TEGAL, Jurnalterkini.id – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memastikan rumah salah satu warga Desa Rangimulya, Kecamatan Warureja, yang kondisinya tidak layak huni akan segera direnovasi, saat kunjungan kerja dalam program Tilik Desa, Jumat (04/09/2026).
Rumah warga tersebut diketahui masih berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah yang kerap tergenang air saat hujan. Ischak yang didampingi Kepala Desa Rangimulya menyempatkan diri meninjau langsung kondisi hunian itu di sela agenda penyerapan aspirasi warga.
“Kami bersama BAZNAS dan pemerintah desa akan segera memperbaiki rumah tersebut minimal agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan aman bagi penghuninya,” kata Ischak.
Renovasi akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tegal dan Pemerintah Desa Rangimulya. Program Tilik Desa sendiri digelar rutin setiap tahun sebagai sarana pemerintah daerah menyerap aspirasi warga langsung di tingkat desa.
Selain isu perumahan, pertemuan turut membahas penanganan pascajebolnya Bendung Cipero yang sempat mengganggu irigasi lahan pertanian di wilayah tersebut. Pemerintah daerah telah melakukan penanganan darurat dengan menanam pancang besi sepanjang 12 meter hingga kedalaman lebih dari 6 meter untuk memperkuat struktur bendungan.
Ischak menyebutkan aliran irigasi yang sempat tertutup kini telah kembali berfungsi. “Dua hari yang lalu pintu air sudah resmi dibuka kembali dan alirannya sudah sampai ke wilayah Bader serta Munjungagung, meskipun volumenya masih disesuaikan karena kondisi musim kemarau,” ujarnya.
Pulihnya aliran irigasi tersebut penting bagi produktivitas pertanian Rangimulya, mengingat luas lahan sawah desa ini mencapai 425 hektare dari total wilayah 450 hektare. Pada 2025, petani setempat menyetorkan gabah basah ke Bulog sebanyak 2.684 ton, capaian tertinggi di Kecamatan Warureja maupun di Kabupaten Tegal.
Terkait infrastruktur jalan, Pemkab Tegal mengalokasikan anggaran betonisasi senilai Rp746 juta untuk ruas Rangimulya-Warureja pada tahun anggaran berjalan. Pengerjaan lanjutan telah masuk dalam rencana penganggaran daerah dan diproyeksikan berlanjut hingga 2027.
Ischak juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran lahan dan pemukiman selama puncak musim kemarau. Ia meminta warga tidak membakar sampah maupun sisa jerami panen, menyusul kebakaran lahan yang sebelumnya terjadi di Clirit dan Kalibakung.
Kepala Desa Rangimulya, Muhammad Novel Kholili, menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung jajaran pemerintah daerah ke desanya. “Ini momentum luar biasa karena warga bisa duduk bersama dan menyampaikan aspirasi secara langsung,” katanya. (Yadi)





