Karimun, JurnalTerkini.id – Acara pengajian menyambut puasa yang digelar Kerukunan Keluarga Daerah Pariaman (KKDP) di Orari, Tanjung Balai Karimun, Selasa (5/3/2024) terasa berbeda dari kegiatan-kegiatan perkumpulan.
Biasanya, acara pertemuan semacam ini selalu menyuguhkan snack berupa kue untuk para hadirin. Dalam acara KKDP ini, penyelenggara memilih untuk menyajikan kolak sarabi bagi jamaah pengajian.
“Jarang-jarang ada kolak sarabi. Kalaupun ada, paling hanya di bulan puasa. Ini membuat saya rindu kampung halaman,” kata Ronny seorang jamaah pengajian KKDP.
Epi, jamaah lain malah mengaku sudah tidak ingat lagi kapan terakhir menyantap kolak sarabi.
“Sudah bertahun-tahun saya tak ketemu kolak sarabi. Kolak sarabi memang jarang saya temukan di sini, paling-paling kue-kue yang dijual di Puakang,” kata Epi.
Kolak sarabi adalah salah satu makanan khas Minangkabau yang wajib dicoba. Makanan ini terbuat dari tepung beras dan santan, yang dimasak dengan cara dipanggang di atas tungku.
Kolak sarabi memiliki rasa yang manis dan gurih. Rasa manis berasal dari gula merah yang dicampurkan ke dalam adonan kolak. Sedangkan rasa gurih berasal dari santan yang digunakan untuk membuat adonan kolak dan sarabi.
Kolak sarabi biasanya disajikan dengan kuah santan yang dicampur dengan gula merah dan daun pandan. Kuah santan ini memberikan rasa yang manis dan gurih yang semakin menambah kelezatan kolak sarabi. (yra)






