Karimun (Jurnal) – Pengerjaan proyek drainase tahun anggaran 2013 di Jalan Ahmad Yani, Baran II dekat SMP 3 mulai rusak dan retak-retak, terutama penutup drainase yang dikerjakan pemborong diduga berkualitas rendah.
Pengerjaan penutup dranase di sekitar lokasi Baran II yang berdekatan di SMP 3 tampak banyak yang rusak, akibat pembuatan penutup dranase tersebut pengecorannya terkesan asal-asalan.
Pantauan awak media di lapangan Rabu, (30/4), penutup drainase jalan utama itu banyak yang hancur.
Riki (35), salah seorang warga setempat mengatakan, penutup drainase itu berkualitas rendah dan seperti kekurangan semen.
Ia mengatakan, penutup drainase tersebut tampak tidak rata, dan materialnya kekuning-kuningan seperti pasir.
“Kalau betul pengerjaannya, warnanya tentu putih karena semen, tapi yang kelihatan kuning karena lebih banyak pasirnya,” katanya.
Sebagai warga yang merasakan manfaat dari drainase itu, ia prihatin karena proyek tersebut belum sampai satu tahun tapi sudah rusah.
“Penutup drasanenya sudah pada rusak dan semennya menipis. Sangat disayangkan anggaran yang dihabiskan adalah uang rakyat yang jumlahnya besar tapi kualitas proyeknya seperti ini,” katanya.
Ia menduga pengerjaan proyek itu tidak beres dan sarat permainan. Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum benar-benar memperhatikan dan mengawasi pengerjaan setiap proyek agar sesuai dengan bestek.
“Jangan hanya menghamburkan APBD tapi hasilnya banyak yang tidak sesuai, jadi yang dirugikan masyarakat juga,” katanya lagi. (Iqb)





