Selain itu, lanjutnya, Pengadaan dan pemasangan Genset serta jaringan listrik di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di 6 Pulau dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 496 rumah tangga. Kemudian pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) di 4 Pulau dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 64 rumah tangga, Revitalisasi JTM dan JTR di Kawasan cagar budaya (Heritage) dan Kota Tua serta Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Kami berterima kasih kepada PT. PLN (Persero) dan PT. PLN Batam atas kerjasamanya dalam rangka mensukseskan program Kepri Terang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat dan tercapainya target Rasio Elektrifikasi (RE) di tahun 2023 Provinsi Kepulauan Riau sebesar 97,5 persen. Melalui program ini semoga dapat meningkatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam rumah tangga, meningkatkan aktivitas belajar bagi anak-anak di malam hari dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” papar Ansar.
GM PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri Agung Murdifi dalam sambutannya mengatakan bahwa mewujudkan layanan listrik 24 jam di Pulau Buluh ini bukan hal yang mudah, apalagi melalui kabel bawah laut. Oleh sebab itu, setelah peresmian ini, Agung meminta kepada masyarakat Pulau Buluh untuk bersama-sama menjaga semua aset PLN yang ada.
“Kita patut bersyukur karena sekarang Pulau Buluh sudah teraliri listrik 24 jam. Kita sukseskan program Kepri Terang Pemprov Kepri. Dan saya minta kita jaga semua aset PLN yang ada disini, agar layanan listrik 24 jam ini tanpa ada kendala kedepannya,” katanya.






