JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan 16 guru besar perempuan dengan berbagai kepakaran ketika perayaan Hari Ibu, Jumat (22/12/2023).
Ketua Senat UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA ketika membuka sidang pengukuhan tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya dengan lahirnya guru-guru besar dari kaum perempuan.
“Selamat kepada para guru besar yang akan dikukuhkan tepat pada Hari Ibu ini. Jika diakumulasi dengan guru besar perempuan yang sudah ada, maka kini UIN Jakarta memiliki 26 guru besar perempuan, atau sekitar 19% dari total guru besar yang ada, hampir seperlimanya. Mudah-mudahan jumlah yang besar ini akan beriringan dengan karya-karya akademik yang monumental bagi peradaban dunia, baik dalam bidang ilmu keagamaan, sosial, sains dan humaniora,” ujarnya dalam sidang pengukuhan yang disiarkan secara langsung di berbagai media sosial.
Hal senada disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar. “Kehadiran 16 guru beasr baru dari kalangan perempuan ini kian menegaskan UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah guru besar terbanyak, termasuk guru besar perempuan,” ujarnya.
Beragam Kepakaran
Pusat Informasi dan Humas di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan ke-16 guru besar perempuan yang dikukuhkan itu memiliki beragam kepakaran ilmu, antara lain ilmu keagamaan Islam, pendidikan, bahasa, sains, psikologi, kesehatan dan lingkungan.
Enam belas guru besar perempuan yang dikukuhkan ini merupakan bagian dari 43 guru besar yang dikukuhkan secara bertahap sejak November lalu. Mereka adalah :





