Prevalensi HIV Tertinggi di Papua
Saat prevalensi HIV di sebagian besar wilayah Indonesia mencapai 0,26 persen, prevalensi di Papua dan Papua Barat mencapai 1,8 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame mengatakan jumlah penderita HIV di Provinsi Papua Tengah, Papua dan Papua Pegunungan mencapai 53 ribu. Ditambahkannya, upaya luar biasa pengendalian HIV di wilayah itu sempat terganggu oleh pandemi COVID-19.
“Memang penyebaran HIV AIDS akhir-akhir ini tinggi karena memang semangat kerja teman-teman ketika COVID-19 itu turun. Sehingga tidak ada support anggaran yang jelas sehingga banyak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang tutup, pengelola program AIDS di kabupaten kota juga tidak maksimal. Itu lah sebabnya kami dorong semua kabupaten kota untuk betul-betul mengambil komitmen untuk pengendalian bersama,” jelas Robby Kayame saat dihubungi VOA, Jumat (1/12/2023).
Momentum Hari AIDS Sedunia 2023, menurut Robby, menjadi pengingat bahwa penanganan HIV AIDS di Papua memerlukan keterlibatan semua pihak seperti dalam penanganan COVID-19.
“Perlu ada komitmen kuat dari pemerintah untuk pengendalian HIV secara baik merata, ini yang belum ada. Kalau kita buat komitmen seperti penanganan COVID-19 — siapa kerja apa, semua elemen terlibat — saya pikir AIDS ini bisa kita kendalikan,” kata Robby.
Pihak Dinas Kesehatan di Papua, ujarnya, akan terus mendorong ODHIV di wilayah itu untuk rutin mengonsumsi obat ARV. Pemerintah setempat juga akan memastikan agar ODHIV yang berada di wilayah perkotaan dan pelosok di wilayah Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga dapat mengakses obat ARV itu. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





