JAKARTA – Presiden Indonesia yang akan segera mengakhiri masa jabatannya telah menyetujui peningkatan belanja pertahanan sebesar 20 persen hingga akhir tahun depan, untuk meningkatkan perangkat keras militer sebagai respons terhadap perkembangan geopolitik.
Dalam jumpa pers, Rabu (29/11/2023), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan persetujuan itu diperolehnya dalam pertemuan yang dihadirinya bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Prabowo adalah kandidat unggulan dalam pemilihan presiden Februari mendatang. Ia mencalonkan diri dengan menggandeng putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai pasangannya.
Anggaran pertahanan akan ditingkatkan dari $20,75 miliar menjadi $25 miliar, kata Sri Mulyani.
“Kebutuhan tersebut dikemukakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka menganggapnya sebagai kebutuhan mengingat kondisi perangkat keras militer kita serta meningkatnya ancaman di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan geokeamanan,” ujarnya.
Meskipun ada peningkatan yang “signifikan”, anggaran pertahanan untuk tiga periode lima tahun dari tahun 2020 hingga 2034 akan tetap sebesar $55 miliar, katanya, seraya mengatakan bahwa hal itu berarti anggaran tersebut selaras dengan rencana fiskal jangka menengah dan panjangnya. Sumber dananya dari pinjaman luar negeri, katanya.
Indonesia berupaya memodernisasi armadanya yang telah menua dalam beberapa tahun terakhir. Gerakan ini dipelopori oleh Prabowo.





