Hari Kelima Gencatan Sementara Israel-Hamas Setelah Perpanjangannya Disepakati

Bangunan tempat tinggal, yang hancur akibat serangan Israel selama konflik, menjadi reruntuhan, di tengah gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas, di selatan Kota Gaza 26 November 2023. (Foto: Reuters)
Bangunan tempat tinggal, yang hancur akibat serangan Israel selama konflik, menjadi reruntuhan, di tengah gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas, di selatan Kota Gaza 26 November 2023. (Foto: Reuters)

Seorang pejabat senior AS yang memberi pengarahan kepada wartawan mengatakan pesan itu telah disampaikan kepada pemerintah Israel, dan bahwa kampanye militer Israel perlu menghindari serangan terhadap posisi-posisi listrik, air dan kemanusiaan di Gaza Selatan.

Israel telah memberitahu orang-orang untuk meninggalkan Gaza Utara dan menuju ke bagian selatan karena negara itu memusatkan bagian awal serangannya terhadap Hamas di bagian utara.

Bacaan Lainnya

PBB mengatakan sekitar 1,8 juta orang, atau sekitar 80 persen populasi Gaza, mengungsi di dalam Gaza dengan 1,1 juta di antaranya berlindung di fasilitas-fasilitas PBB yang telah penuh sesak.

Ofensif Israel terhadap anggota Hamas di Gaza telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang, menurut para pejabat kesehatan Gaza.

Hamas, yang ditetapkan AS sebagai kelompok teror, dan sekutu militan lainnya mungkin masih menyandera hingga 175 tawanan, cukup banyak untuk kemungkinan memperpanjang gencatan senjata selama dua setengah pekan lagi.

Tetapi mereka yang disandera mencakup sejumlah tentara Israel, dan militan dapat mengajukan tuntutan lebih keras bagi pembebasan mereka.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang menghadiri pertemuan NATO di Brussels pada hari Senin, dijadwalkan bertolak ke Israel dan Tepi Barat pada Rabu malam, menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 286

Pos terkait