PM Palestina Tolak Pendirian Kamp Sementara bagi Pengungsi Palestina

Sederetan tenda yang didirikan untuk warga Palestina yang mencari perlindungan di halaman pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 19 Oktober 2023. (Foto: AFP)
Sederetan tenda yang didirikan untuk warga Palestina yang mencari perlindungan di halaman pusat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 19 Oktober 2023. (Foto: AFP)

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh, Senin (13/11/2023), menolak pendirian kamp sementara bagi pengungsi Palestina di Gaza. Ia menyerukan pemulangan mereka yang terpaksa mengungsi ke rumah mereka.

Dalam rapat kabinet di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, Shtayyeh menambahkan bahwa “dalam sejarah Palestina, tidak ada yang namanya ‘sementara.’ Pengalaman telah mengajarkan kami bahwa hal yang bersifat sementara adalah sesuatu yang permanen.”

Bacaan Lainnya

Shtayyeh meminta PBB dan Uni Eropa “untuk mengirim bantuan melalui udara ke Jalur Gaza, khususnya di bagian utara, seperti yang terjadi dalam berbagai pengalaman di dunia.”

Mengenai rencana Siprus membangun koridor laut kemanusiaan ke Gaza, Shtayyeh mengatakan “kami ingin bantuan tiba, namun kami tidak bisa menerima bila warga kami dimasukkan ke kapal untuk dideportasi atas nama bantuan.”

Perang tersebut, yang kini memasuki minggu keenam, dipicu oleh serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober yang belum pernah terjadi ke Israel. Respons Israel telah menimbulkan tingkat kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi terhadap 2,3 juta penduduk Palestina di Gaza. Hampir dua pertiga dari mereka harus meninggalkan rumah tanpa tersedia tempat perlindungan yang aman di wilayah yang terkepung.

Lebih dari 11.000 warga Palestina, dua pertiganya adalah perempuan dan anak di bawah umur, telah terbunuh sejak perang dimulai, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas. Mereka tidak membedakan antara kematian warga sipil dan militan. Kementerian itu adalah satu-satunya sumber resmi mengenai korban di Gaza.

Total Views: 308

Pos terkait