Dia menuntut pembentukan pengadilan kejahatan perang bagi para pemimpin AS dan Israel serta para pejabatnya yang menurut Raisi telah melakukan kejahatan perang.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dengan menggunakan bahasa yang lebih terukur, menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan pendirian negara Palestina “sesuai dengan perbatasan pada 4 Juni 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”
Dia mengatakan Mesir mengutuk pembunuhan warga tidak berdosa dan “penghukuman kolektif terhadap Gaza, termasuk pembunuhan-pembunuhan dan blokade serta pengusiran paksa orang-orang yang tidak bisa diterima.” Dia menambahkan sejumlah tindakan itu tidak bisa dibenarkan sebagai tindakan mempertahankan diri.
Sisi menyerukan komunitas internasional dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) “untuk menerapkan gencatan senjata segera dan tanpa persenjataan di Gaza.”
Dia juga menuntut “penghentian atas pengusiran paksa orang-orang Palestina,” dan bagi masyarakat internasional untuk “menjamin keamanan warga sipil.” Dia menambahkan bahwa “bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk ke Gaza,” dan Israel harus “menanggung tanggung jawab internasional sebagai ‘kekuasaan pendudukan’ untuk mengizinkan aliran bantuan.”
Belum jelas tindakan konkret apa yang akan diambil oleh negara-negara Arab dan Islam untuk menerapkan resolusi atau deklarasi yang diucapkan pada pertemuan puncak Sabtu. Beberapa negara Arab, termasuk Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab, punya hubungan diplomatik dengan Israel, sedangkan Iran, Suriah, Lebanon dan Aljazair sebaliknya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih






