Hamas: 195 Orang Meninggal Akibat Serangan Israel di Distrik Kota Gaza

Warga Palestina mencari korban selamat di reruntuhan sebuah bangunan di kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah pada 31 Oktober 2023. (Foto: AFP)
Warga Palestina mencari korban selamat di reruntuhan sebuah bangunan di kamp pengungsi Nuseirat, di Jalur Gaza tengah pada 31 Oktober 2023. (Foto: AFP)

Hamas pada Kamis (2/11/2023), mengatakan sedikitnya 195 warga Palestina meninggal akiat serangan Israel di distrik padat di pinggiran Kota Gaza. Israel sendiri mengklaim serangan tersebut berhasil menewaskan komandan Hamas.

Sementara itu, setidaknya 320 warga asing dari total 500 orang yang ada dalam daftar rencana awal, serta puluhan warga Gaza yang terluka parah, menyeberang ke Mesir pada Rabu (1/11/2023) berdasarkan kesepakatan antara Israel, Mesir dan Hamas.

Bacaan Lainnya

Pemegang paspor asal Australia, Austria, Bulgaria, Republik Ceko, Finlandia, Indonesia, Italia, Jepang, Yordania, Inggris, dan Amerika Serikat dievakuasi dari wilayah tersebut.

Para pejabat Gaza mengatakan penyeberangan perbatasan Rafah akan dibuka kembali pada Kamis (2/11/2023) sehingga lebih banyak orang asing dapat keluar. Sebuah sumber diplomatik mengatakan sekitar 7.500 pemegang paspor asing akan meninggalkan Gaza dalam sekitar dua minggu.

Israel melakukan pengeboman terhadap Gaza baik melalui darat, laut dan udara dalam kampanyenya untuk memusnahkan Hamas, setelah mereka melakukan serangan lintas batas ke Israel selatan pada 7 Oktober.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 8.796 warga Palestina di daerah kantong pantai yang sempit itu, termasuk 3.648 anak-anak, tewas akibat serangan Israel sejak 7 Oktober.

Israel mengatakan serangannya pada Selasa dan Rabu menewaskan dua pemimpin militer Hamas di Jabalia, wilayah Gaza yang didirikan sebagai kamp pengungsi pada 1948. Israel mengatakan kelompok itu memiliki pusat komando dan “infrastruktur teror lainnya di bawah, di sekitar, dan di dalam bangunan sipil” untuk dengan sengaja membahayakan warga sipil Gaza.”

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, dalam sebuah unggahan di situs media sosial X, mengatakan bahwa badan tersebut memiliki “kekhawatiran serius” bahwa “serangan tidak proporsional Israel… dapat dianggap sebagai kejahatan perang.”

Kantor media yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan pada Kamis (2/11/2023) bahwa setidaknya 195 warga Palestina tewas dalam dua serangan Israel di Jabalia, dan 120 orang hilang. Setidaknya 777 orang terluka, katanya dalam sebuah pernyataan.

Militer Israel mengatakan pada Kamis (2/11/2023) bahwa seorang tentara lainnya tewas dalam pertempuran di Gaza, sehingga jumlah korban tewas menjadi 17 orang sejak operasi darat diperluas pada Jumat.

Total Views: 952

Pos terkait