Presiden Sebut Bantuan Kemanusiaan Segera Dikirim ke Palestina

Gedung-gedung tampak rusak akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Senin, 23 Oktober 2023. (Foto: AP/Abed Khaled)
Gedung-gedung tampak rusak akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Senin, 23 Oktober 2023. (Foto: AP/Abed Khaled)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan segera dikirim ke Palestina yang sedang menghadapi serangan brutal zionis Israel.

“Indonesia akan mengirim bantuan kemanusiaan yang akan disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan rakyat Palestina. Dan kloter pertama akan dikirimkan minggu ini,” ungkap Jokowi usai melakukan Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/10/2023).

Bacaan Lainnya

Meskipun tidak merinci jenis bantuan yang akan dikirim, Jokowi menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan gabungan dari bantuan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia sangat marah dengan memburuknya situasi di Gaza, terutama menyangkut kemanusiaan. Pihaknya, kata Jokowi, akan terus mengikuti situasi dan perkembangan di wilayah tersebut. Indonesia, katanya, juga mengutuk keras serangan acak terhadap masyarakat sipil dan fasilitas sipil di Gaza.

“Kekerasan harus dihentikan, gencatan senjata harus terus diupayakan, bantuan kemanusiaan harus terus didorong dan dipercepat. Dan Indonesia terus melakukan komunikasi dengan banyak pihak untuk mengupayakan penyelesaian masalah ini,” tuturnya.

Senada dengan Jokowi, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Agung Nurwijono mengatakan dua hal penting yang harus tetap didorong adalah gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan yang masif.

Meski begitu, menurutnya, harus ada langkah-langklah diplomatik lain.. Pasalnya, Israel tetap menolak gencatan senjata walaupun sebuah resolusi sudah tercipta lewat Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, langkah-langkah diplomatik ini penting untuk segera diupayakan karena dampak perang tersebut sudah cukup melebar.

“Sentimennya mulai melebar kepada isu boikot. Artinya isunya sudah melebar, yang tadinya hanya di level elite, politik dan segala macam. Tetapi sudah sampai kepada urusan yang berbagai macam. Artinya memang daripada imbasnya semakin punya efek domino yang besar kepada hal lain, rasa-rasanya memang langkah diplomatik tetap harus diupayakan,” ungkap Agung.

Total Views: 288

Pos terkait