Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (The United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mengatakan pihaknya “sudah berkomunikasi secara aktif dengan pihak berwenang dari kedua sisi Garis Biru untuk menurunkan ketegangan.”
Garis demarkasi PBB dibuat ketika pasukan Israel mundur dari selatan Lebanon pada 2000 setelah 22 tahun menduduki wilayah itu.
Lebanon dan Israel secara teknis masih berperang. Pasukan perdamaian PBB sudah dikerahkan di Lebanon sejak 1978.
Target langsung
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan pasukan Israel “menarget langsung para wartawan sebagai bagian dari serangan mereka terhadap wilayah Lebanon.”
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan “belasungkawa mendalam” kepada keluarga jurnalis Reuters Abdallah dan wartawan lainnya yang terbunuh saat menjalankan tugas.
“Saya ingin mengatakan betapa hal ini menunjukkan risiko yang luar biasa dari merembetnya konflik ini, terutama kaitannya dengan Lebanon,” kata Guterres merujuk pada konflik Israel-Hamas.
Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan melalui X: “Hati kami bersama keluarga para jurnalis yang kehilangan nyawa dan mereka yang menderita luka-luka di Lebanon. Para jurnalis melakukan pekerjaan penting untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada masyarakat, seringkali dalam kondisi berbahaya.” [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






