Hari Jantung Sedunia: Kenali Kesehatan Jantung Lewat Deteksi Dini

Dokumen VOA - Seorang dokter tengah memeriksa rontgen jantung pasien di Klinik Degand, Port-au-Prince, 15 April 2012.
Dokumen VOA - Seorang dokter tengah memeriksa rontgen jantung pasien di Klinik Degand, Port-au-Prince, 15 April 2012.

Dorong Masyarakat Lakukan Deteksi Dini

Kementerian Kesehatan, menurut Eva, mendorong 140 juta masyarakat Indonesia usia 15 tahun ke atas untuk melakukan deteksi dini penyakit tidak menular di fasilitas pelayanan kesehatan seperti di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) secara cuma-cuma.

“Tahun ini kita menginginkan 70 persen masyarakat Indonesia umur 15 tahun ke atas semuanya melakukan screening atau deteksi dini untuk bisa menemukan kasusnya lebih awal, kemudian tata laksananya nanti bisa lebih baik dan biayanya akan bisa ditekan lebih murah,” jelas Eva.

Bacaan Lainnya

Upaya deteksi dini penyakit tidak menular itu dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, lingkar perut, hipertensi, diabetes dan obesitas sentral. Diakuinya capaian orang yang di deteksi dini tersebut baru mencapai 30,6 juta orang per 23 September 2023.

Stres dan Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Praktisi Kesehatan Masyarakat, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Erta Priadi Wirawijaya mengatakan faktor risiko penyakit jantung dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu faktor risiko yang tidak bisa diubah diantaranya kecenderungan peningkatan potensi penyakit jantung seiring bertambahnya usia, jenis kelamin dan riwayat jantung dalam keluarga. Tetapi ada pula yang dapat diubah.

“Namun, ada faktor risiko tradisional yang bisa kita ubah, merokok adalah salah satunya dan –menghindari- ini adalah langkah pertama yang perlu diambil jika Anda merokok. Selain itu, perbaikan pola makan dengan menghindari makanan tinggi lemaknya, gula, dan garam sangat penting. Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung,” ujarnya.

Ditambahkannya, stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena dapat mempengaruhi tekanan darah, detak jantung dan meningkatkan peradangan dalam tubuh. Selain itu risiko penyakit jantung juga dapat dipengaruhi kuantitas dan kualitas tidur yang kurang. Orang dewasa sebaiknya tidur setidaknya tujuh jam sehari.

“Kurang dari ini risiko penyakit jantung meningkat,” jelas Erta Priadi.

Masyarakat dianjurkan melakukan deteksi dini penyakit jantung lewat pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas, klinik atau dokter umum. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 622

Pos terkait