ASEAN Didorong Percepat Transisi Energi untuk Atasi Dampak Perubahan Iklim

Burung-burung terbang pada pagi hari di Jakarta yang diselimuti asap polusi, 27 Mei 2022. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)
Burung-burung terbang pada pagi hari di Jakarta yang diselimuti asap polusi, 27 Mei 2022. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tersebut kata Berlianto akan didukung oleh tiga negara mitra ASEAN, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan. ASEAN juga sedang mengembangkan interkoneksi energi antar negara anggotanya melalui proyek infrastruktur energi lintas batas.

Sementara itu, Dosen Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta Dr. Hartanto menjelaskan masalah transisi energi harus menjadi perhatian utama Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini. Dia menambahkan ASEAN harus mengembangkan ekonomi dengan perspektif menjaga lingkungan alam.

Bacaan Lainnya

“Kekuatan ASEAN (adalah) kita punya keanekaragaman budaya dan sumber daya alam yang kaya. Kemudian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan pasar bagi negara berkembang, [serta] adanya peningkatan komitmen politik terhadap keberlanjutan, terkait juga dengan transisi energi, di mana transisi energi akan mendukung pembangunan berkelanjutan,” tutur Hartanto.

Terkait transisi energi, Hartanto mengatakan Indonesia perlu mendorong pengimplementasian dari ekonomi ramah lingkungan atau ekonomi hijau. Hartanto mengakui investasi dan biaya yang besar menjadi tantangan dalam pelaksanaan ekonomi hijau di kawasan ASEAN.

“Terkait peluang dan tantangan dalam pelaksanaan ekonomi hijau tersebut, Indonesia harus memperkuat mekanisme dan kerangka kerjasama regional. Indonesia harus bisa mempromosikan praktek-praktek berkelanjutan dan inovasi dalam industri yang sedang berkembang,” pungkasnya. [voa]

Editor: Anton Marulam

Total Views: 526

Pos terkait