Buka Pelatihan Biosaka, Sekda Karimun: Inovasi Bagus dan Efektif bagi Petani

Sekda Karimun Muhammad Firmansyah (tengah) berfoto bersama peserta pelatihan biosaka yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karimun di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Sabtu (22/7/2023). (JurnalTerkini.id/Yogi)
Sekda Karimun Muhammad Firmansyah (tengah) berfoto bersama peserta pelatihan biosaka yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karimun di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Sabtu (22/7/2023). (JurnalTerkini.id/Yogi)

Sukriyanto mengatakan, hasil positif yang dimaksud diantaranya sisi pertumbuhan tanaman yang sangat subur dan mengurangi penggunaan pupuk kimia lebih kurang 50-90 persen.

Ia menjelaskan bahwa biosaka dilakukan dengan metode dari rerumputan yang dicampur dengan air lalu dihancurkan yang kemudian bisa diaplikasikan semua jenis tanaman.

Bacaan Lainnya

Hanya saja, menurut penemunya ditegaskan bahwa pemilihan rumput harus yang benar-benar bagus dan sehat dan minimal harus ada 5 jenis rumput.

“Bermacam macam tanaman perkebunan bisa merasakan manfaatnya, hasil risetnya sudah sangat panjang dan kementerian tentu tidak sembarangan. Sehingga tahun ini kita ada programkan penyuluh untuk aplikasikan bio saka di wilayahnya masing masing,” jelas Sukriyanto.

Buka Pelatihan Biosaka, Sekda Karimun : Hasilnya Bagus dan Efektif bagi Petani

Karimun,JurnalTerkini.id – Pengembangan pupuk organik atau alami ‘Biosaka’ mulai diterapkan kepada para petani di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Pelatihan Biosaka kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bangun Sari Mandiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karimun di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Sabtu (22/7/2023).

Pelatihan tersebut diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah.

Biosaka sendiri merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan alami yaitu rerumputan jenis apapun dengan metode meremasnya dengan wadah berisi air.

Sekda Karimun Muhammad Firmansyah mengatakan, pelatihan biosaka digelar sebagai tindak lanjut dari para petani yang telah mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke XVI tahun 2023 di Padang, Sumatera Barat.

“Jadi para petani dan penyuluh kita yang telah mendapatkan pelatihan langsung tentang biosaka ini, pada hari ini ingin menularkan ilmunya kepada para petani lainnya,” ujar Sekda.

Sekda Karimun mengatakan, Biosaka yang kepanjangannya ialah ‘Selamatkan Alam Kembali ke Alam’ ini merupakan inovasi yang sudah sangat membantu para petani di Indonesia.

“Hasilnya sangat berguna bagi para petani, sangat efektif mengurangi penggunaan pupuk kimia yang selama ini digunakan petani,” katanya.

Sekda mengaku senang para petani sangat antusias mengikuti pelatihan biosaka, ia menyebut pemerintah daerah berkomitmen untuk mengembangkan inovasi tersebut.

“Sambutan petani sangat antusias mudah- mudahan hasilnya akan kongkrit dan mereka dapat terapkan itu. Saya yakin pengembangan bio saka ini, pemerintah daerah tentu akan dorong selagi untuk kebaikan dan meningkatkan ekonomi petani kita,” ucap Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukriyanto Jaya Putra mengatakan bahwa inovasi biosaka sudah dilakukan uji coba oleh penyuluh pertanian di Karimun.

“Bio saka kami telah uji coba, tiap penyuluh sudah dibekali ilmunya. Kami sudah coba di Durai dan Kundur Barat. Alhamdulillah hasilnya positif dan akan kita kembangkan lagi,” katanya.

Sukriyanto mengatakan, hasil positif yang dimaksud diantaranya sisi pertumbuhan tanaman yang sangat subur dan mengurangi penggunaan pupuk kimia lebih kurang 50-90 persen.

Ia menjelaskan bahwa biosaka dilakukan dengan metode dari rerumputan yang dicampur dengan air lalu dihancurkan yang kemudian bisa diaplikasikan semua jenis tanaman.

Hanya saja, menurut penemunya ditegaskan bahwa pemilihan rumput harus yang benar-benar bagus dan sehat dan minimal harus ada 5 jenis rumput.

“Bermacam macam tanaman perkebunan bisa merasakan manfaatnya, hasil risetnya sudah sangat panjang dan kementerian tentu tidak sembarangan. Sehingga tahun ini kita ada programkan penyuluh untuk aplikasikan bio saka di wilayahnya masing masing,” jelas Sukriyanto. (yra)

Editor: Anton Marulam

Total Views: 639

Pos terkait