Lebih dari 100 Orang di Meksiko Meninggal Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Seorang pria menyiramkan air untuk mengatasi suhu ekstrem gelombang panas di Guadalajara, negara bagian Jalisco, Meksiko, 12 Juni 2023. (Foto: Ulises Ruiz/AFP)
Seorang pria menyiramkan air untuk mengatasi suhu ekstrem gelombang panas di Guadalajara, negara bagian Jalisco, Meksiko, 12 Juni 2023. (Foto: Ulises Ruiz/AFP)

Lebih dari 100 orang di Meksiko meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem selama Juni 2023, kata pemerintah setempat, menyusul serangkaian gelombang panas di negara Amerika Latin itu.

Pemanasan global, menurut ilmuwan memperparah cuaca buruk, dengan banyak negara mengalami suhu yang mencapai rekor tertinggi.

Bacaan Lainnya

Lebih dari 1.000 situasi darurat akibat cuaca panas dilaporkan di Meksiko antara 12 hingga 25 Juni, di mana 104 di antaranya berujung kematian, menurut data Kementerian Kesehatan setempat yang diterbitkan pada Rabu (28/6/2023).

Pihak berwenang melaporkan delapan kasus kematian antara 14 April dan 31 Mei lalu, sehingga jumlah total korban jiwa mencapai 112 orang.

Penyebab utamanya adalah serangan panas, disusul dehidrasi, menurut Kementerian Kesehatan Meksiko.

Wilayah Meksiko utara melaporkan paling banyak korban jiwa, dengan 64 kasus tercatat di negara bagian Nuevo Leon dan 19 kasus di Tamaulipas, yang berbatasan dengan Texas, AS, yang sama-sama dilanda cuaca panas ekstrem.

Baca Jurnal Berita Dunia lainnya: Pecah Rekor, Beijing Panas dengan Suhu di atas 40 Derajat Celcius

Di Meksiko, suhu maksimum yang terekam pekan ini mencapai 49 derajat di negara bagian Sonora di Meksiko barat laut, kata kementerian.

Suhu maksimum rata-rata di Meksiko selama musim panas ini berfluktuasi antara 30 dan 45 derajat Celcius, tambahnya.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa gelombang panas lain dapat melanda negara berpenduduk 127 juta jiwa itu mulai 1 Juli.

Mei lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, bahwa pada 2023 hingga 2027 akan menjadi lima tahun paling hangat yang pernah tercatat, akibat gabungan gas rumah kaca dan El Nino yang berdampak pada meningkatnya suhu udara. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 205

Pos terkait