Hampir 170 Orang di India Tewas Akibat Gelombang Panas

Tiga wanita berjalan sambil membawa kendi berisi air minum pada suatu sore musim panas yang terik di Lalitpur, negara bagian Uttar Pradesh, India, Sabtu, 17 Juni 2023. (AP/Rajesh Kumar Singh)
Tiga wanita berjalan sambil membawa kendi berisi air minum pada suatu sore musim panas yang terik di Lalitpur, negara bagian Uttar Pradesh, India, Sabtu, 17 Juni 2023. (AP/Rajesh Kumar Singh)

Gelombang panas melanda India. Hampir 170 orang tewas di dua negara bagian terpadat di negara itu dalam beberapa hari terakhir, kata para pejabat, Senin (19/6/2023). Sementara itu, rumah-rumah sakit dilaporkan kewalahan menampung pasien dan aliran listrik sering putus.

Di negara bagian utara Uttar Pradesh, 119 orang meninggal akibat penyakit terkait panas selama beberapa hari terakhir, sementara di negara bagian Bihar yang berdekatan 47 orang telah meninggal, menurut laporan berita lokal dan sejumlah pejabat kesehatan.

Bacaan Lainnya

Rumah sakit terbesar di distrik Ballia di Uttar Pradesh tidak dapat menampung lebih banyak pasien, kata para pejabat, dan kamar mayatnya kewalahan setelah 54 orang meninggal karena panas. Beberapa keluarga diminta untuk membawa pulang jenazah kerabat mereka.

Sementara itu, di wilayah-wilayah utara India yang terkenal dengan panas terik selama bulan-bulan musim panas, suhu secara konsisten di atas normal, menurut Departemen Meteorologi India. Suhu tertinggi dalam beberapa hari terakhir mencapai 43,5 derajat Celcius.

Gelombang panas dinyatakan di India jika suhu setidaknya 4,5 derajat Celcius di atas normal atau jika suhu di atas 45 derajat Celcius. “Kami telah mengeluarkan peringatan gelombang panas selama beberapa hari terakhir,” kata Atul Kumar Singh, seorang ilmuwan di Badan Metereologi India.

Meski sudah diperingatkan, para pejabat pemerintah tidak meminta warga bersiap menghadapi panas hingga Minggu, ketika jumlah korban tewas mulai meningkat.

Yang memperparah keadaan adalah aliran listrik kerap terputus karena konsumsi energi yang berlebihan sehingga membuat banyak orang tidak memiliki aliran air, kipas angin, atau AC.

Menteri Kepala Uttar Pradesh Yogi Adityanath mengatakan pemerintah mengambil langkah-langkah untuk memastikan pasokan listrik tidak terganggu di negara bagian itu. Ia mengimbau warga untuk bekerja sama dengan pemerintah dan menggunakan listrik secara bijak.

“Setiap desa dan setiap kota harus mendapat pasokan listrik yang cukup selama panas terik ini. Jika ada kesalahan yang terjadi, itu harus segera ditangani, ” katanya Jumat malam dalam sebuah pernyataan.

Di dalam rumah sakit distrik Ballia, suasana kacau mengingatkan pada pandemi virus corona. Para dokter kewalahan menangani banyak pasien yang membutuhkan perhatian medis yang mendesak. Koridor-koridor berbau pesing, sampah dan limbah medis, sementara dinding-dinding rumah sakit ternoda ludah daun sirih.

Total Views: 258

Pos terkait