MenPAN RB: Anggaran Pengentasan Kemiskinan Habis untuk Rapat dan Studi Banding

Seorang perempuan lansia di dalam rumahnya yang kumuh di tengah pandemi virus corona, di Jakarta, 4 Agustus 2020. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)
Seorang perempuan lansia di dalam rumahnya yang kumuh di tengah pandemi virus corona, di Jakarta, 4 Agustus 2020. (Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)

Jakarta, JurnalTerkini.id – Tingkat kemiskinan Indonesia masih tinggi, ditengarai antara lain karena program yang tidak tepat sasaran. Menteri PAN-RB menyebut birokrat sibuk rapat dan studi banding. 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Abdullah Azwar Anas, mengatakan anggaran pengentasan kemiskinan sebesar Rp500 triliun pada 2022 yang tersebar di kementerian dan lembaga di Tanah Air tidak efektif. Pasalnya alokasi anggaran ternyata lebih banyak diserap untuk aktivitas rapat dan studi banding para birokrat ketimbang untuk menanggulangi kemiskinan itu sendiri.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah lapor kepada Bapak Presiden, hampir Rp500 triliun anggaran kita untuk anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian dan lembaga. Tetapi ini tidak in line dengan target prioritas Bapak Presiden karena kementerian dan lembaga sibuk dengan urusan masing-masing,” ujar Azwar Anas pada Jumat (27/8) dalam sebuah acara di kementeriannya.

Karena itulah, tegasnya, perubahan harus dilakukan.

“Kalau tidak, ke depan ini akan berulang terus. Programnya kemiskinan, tapi banyak terserap di studi banding kemiskinan, banyak rapat-rapat tentang kemiskinan. Program-program yang terkait dengan studi-studi dan dokumentasi tentang kemiskinan,” tambahnya.

Karena itulah, ke depan Kementerian PAN-RB akan memantau tata kelola program dan bukan sekadar bantuan yang diberikan kementerian dan lembaga. Reformasi birokrasi dilakukan dengan mengintervensi dan memperbaiki aspek tata kelola pengentasan kemiskinan. Caranya adalah dengan melakukan perbaikan pada proses bisnis, data, regulasi, kebijakan, formulasi programn, dan kegiatan itu sendiri. Semua kegiatan pengentasan kemiskinan harus lebih tepat sasaran dengan dukungan teknologi informasi.

Total Views: 592

Pos terkait