Bupati mengatakan, penyalaan lampu lampion itu merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Tionghoa.
Selain itu, juga sebagai wujud keberagaman dan rasa persatuan masyarakat Karimun dalam menyambut hari raya Imlek bagi masyarakat tionghoa.
“Alhamdulillah masyarakat karimun selalu menjaga kekompakan, tidak pernah ada gesekan antar umat beragama di hari besar apapun. Semoga perayaan imlek tahun ini dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan kita semua,” katanya.
Bupati Rafiq menambahkan, ia berharap adanya penyalaan lampu lampion tersebut dapat mendorong daya tarik wisawatan dan menimbulkan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat.
“Lampu lampion di kawasan Meral ini dinantikan setiap tahunnya, kita berharap adanya pemasangan ini dapat menarik kunjungan wisatawan khususnya dari Malaysia dan Singapura. Sehingga ada multiplier effect ke ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Bupati (yra)






