BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 4 Januari 2023

Wisatawan menyaksikan ombak tinggi di Pantai Parangtritis Yogyakarta, 19 Mei 2007. (Foto: REUTERS/Dwi Oblo)

Penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca

Deputi Bidang Penanganan Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayor Jenderal TNI Fajar Setiawan, menjelaskan pihaknya juga mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah, khususnya di Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Balim untuk siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah.

“Ini sudah terjadi, beberapa waktu yang lewat kami keliling Sulsel (Sulawesi Selatan-red), terjadi di sana banjir yang cukup masif diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dengan beberapa titik longsor dan juga memakan korban jiwa meninggal dunia, mudah-mudahan tidak terjadi di daerah lain,” kata Mayjend Fajar Setiawan.

Bacaan Lainnya

BNPB juga memberikan fasilitas untuk mendukung penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Koordinator lapangan TMC-BRIN, Budi Harsoyo, menyatakan penerapan TMC sejak tanggal 30 Desember 2022 telah diperluas dengan dukungan dua pesawat CASA milik TNI AU di wilayah DKI Jakarta berdasarkan permintaan dari BNPB.

“Sebelumnya sejak tanggal 26 kami beroperasi untuk Provinsi Jawa Barat sesuai dengan status siaga darurat yang telah dikeluarkan. Namun karena DKI juga sudah mengeluarkan status siaga darurat per hari kemarin (29/12) maka sejak hari ini (30/12) untuk kedua provinsi tersebut sudah kami cover dengan posko di Halim,” jelas Budi Harsoyo dalam kegiatan yang sama.

BRIN telah dilakukan enam kali penerbangan untuk penaburan 4,8 ton garam di wilayah Selat Sunda dan Laut Jawa pada Jumat (30/12).

Total Views: 680

Pos terkait