Pertaruhan Messi di Pertandingan Terakhir

Lionel Messi dari Argentina merayakan mencetak gol kedua mereka saat melawan Belanda di babak perempat final Piala Dunia 2022. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Bagi Burruchaga, Messi telah menjadi pemain terhebat di era di mana hanya Ronaldo yang bisa menyaingi pencapaiannya.

“Menang atau kalah, Messi tidak lebih atau kurang dari Maradona,” kata Burruchaga kepada AFP. “Messi akan masuk dalam sejarah apapun yang terjadi,” tukasnya.

Bacaan Lainnya

Performa Messi di turnamen Piala Dunia kelimanya di Qatar bisa dibilang merupakan permainannya yang terbaik, berkembang sebagai titik tumpu serangan dari susunan pemain Argentina yang seimbang oleh pelatih Argentina Lionel Scaloni.

Dalam penampilan di laga-laga Piala Dunia sebelumnya, Messi tampak terbebani oleh sejarah, berjuang untuk memikul harapan dan impian jutaan orang Argentina yang sangat membutuhkan kejayaan internasional.

Selama sebagian besar dekade terakhir, sepertinya dia ditakdirkan untuk gagal memboyong trofi Piala Dunia bersama Argentina.

Kekalahan di babak perpanjangan waktu yang menghancurkan jiwa saat melawan Jerman di Piala Dunia 2014 menjadi awal tiga kekalahan besar Argentina berturut-turut di final.

Pada 2015, tim Argentina yang bertabur bintang itu kalah di final Copa America dari Chile dalam drama adu penalti. Setahun kemudian, tim berjuluk Albiceleste dikalahkan lagi oleh Chile di final Copa America Centenario karena Messi gagal mengeksekusi penalti.

Total Views: 644

Pos terkait