Lagi, Izin Produksi Dua Perusahaan Obat Ditangguhkan

Karyawan menunggu pelanggan di loket yang menampilkan pemberitahuan penghentian sementara penjualan sirup obat di apotek di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2022. (AP/Tatan Syuflana)
Karyawan menunggu pelanggan di loket yang menampilkan pemberitahuan penghentian sementara penjualan sirup obat di apotek di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2022. (AP/Tatan Syuflana)

Perusahaan-perusahaan tersebut telah diperintahkan untuk menarik produk mereka dan menghancurkan simpanan yang tersisa, katanya, seraya menambahkan bahwa untuk sementara izin produksi mereka dicabut.

Samco Farma dan Ciubros Farma belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Pihak berwenang Indonesia sedang menyelidiki rantai pasokan bahan baku dan proses pemeriksaannya untuk memahami bagaimana jumlah bahan-bahan yang berlebihan itu masuk ke dalam produk, kata Penny.

Bacaan Lainnya

“Jalur distribusinya panjang, dari importir ke beberapa distributor produk kimia dan pedagang besar hingga bahan baku sampai ke industri farmasi,” ujarnya.

Sebelumnya pekan ini, BPOM menangguhkan izin distribusi tiga perusahaan lain yang membuat produk yang dilaporkan mengandung etilen glikol dan dietilen glikol dalam kadar tinggi.

Pihak berwenang Indonesia menyelidiki kematian akibat GGA dengan berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah insiden serupa terjadi di Gambia tahun ini. Di negara itu tercatat setidaknya ada 70 kematian terkait dengan obat sirop yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals India. [voaindonesia]

Baca juga: Pelanggan Perumda Karimun Keluhkan Kondisi Air Bersih

Total Views: 270

Pos terkait