Bupati Rafiq menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas di bidang sanitasi memang sangat diperlukan, terlebih saat ini Karimun memiliki 38 Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).
“Sebanyak 38 IPAL yang sudah dibangun semuanya bermanfaat untuk masyarakat, sehingga daerah kumuh yang limbahnya berserakan dan menimbulkan dampak kesehatan dan lainnya kini dapat dikelola dengan baik,” jelasnya.
Terkait pengelolaan IPAL, Bupati Karimun menyebut pihaknya akan menganggarkan mobil pengangkut untuk menyedot limbah tersebut.
“Untuk IPAL yang sudah penuh harus ada mobil pengangkutnya, tadi saya sudah minta Dinas Lingkungan Hidup untuk programkan mobil tinja guna melakukan penyedotan,” ucap Bupati. (yra)





