Dimana, hanggar baru dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) PT. Batam Aero Technic Lion merupakan kawasan Produksi dan Pengolahan (Maintenance, Repair and Overhaul) Pesawat Udara seluas 18 hektar.
Kawasan tersebut bahkan akan diperluas lagi untuk pembangunan tahap 4 dengan target nilai Investasi sampai tahun 2030 mencapai Rp 7,29 Triliun, serta dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sampai 9.976 orang.
“Saya berharap kemampuan Maintanance, Repair dan Overhaul (MRO) KEK Batam Aero Technic dapat menjadi pemacu pemulihan sekaligus pendorong kebangkitan perekonomian kita, sekaligus mampu menarik investasi lebih besar lagi ke kawasan yang memiliki lokasi strategis
ini, fasilitas yang terus meningkat, dan biaya yang lebih kompetitif,” ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan, dibangunnya BAT itu diperkirakan akan menghemat devisa 65%-70% dari kebutuhan MRO dari maskapai penerbangan nasional senilai Rp26 triliun/tahun yang selama ini mengalir ke luar negeri.
“Dalam jangka menengah diharapkan mampu menangkap peluang dari pasar Asia Pasifik yang memiliki sekitar 12.000 unit pesawat, dan bernilai bisnis sekitar US$100 miliar pada 2025. Biaya akan bersaing dengan negara tetangga, dengan air traffic yang besar, dengan lokasi Batam yang strategis,” jelas Menko Airlangga.






