KSOP Karimun gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat

Karimun (Jurnal) – Setelah menggelar donor darah pada Senin (16/9), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun juga mengisi Hari Perhubungan Nasional ke-48 dengan menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat pada Selasa (17/9).

Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini dibuka Kepala KSOP Kelas Tanjung Balai Karimun Junaidi usai upacara yang digelar di lapangan tenis, komplek perumahan syahbandar di Teluk Air, Kecamatan Karimun.

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Junaidi mengatakan, Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) ini digelar bekerja sama dengan STIP Jakarta, dan merupakan tindak lanjut DPM di Pulau Buru yang dilaksanakan pada Maret 2019 yang lalu.

Junaidi mengatakan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta meningkatkan aspek keselamaan dan keamanan pelayaran, KSOP memberikan edukasi atau pembelajaran kepada para nelayan, pemilik kapal-kapal tradisonal dalam beberapa hal seperti sertifikasi dan status hukum kapal.

“Termasuk peningkatan keterampilan dan kompetisi para awak kapal nelayan dan kapal-kapal tradisonal khususnya di wilayah kerja KSOP Tanjung Balai Karimun,” kata dia.

Disampaikannya, pada DPM untuk wilayah kerja Pulau Buru beberapa waktu lalu telah terdata peserta sebanyak 450 orang. Adapun rangkaian kegiatan antara lain, pelatihan BST (pelatihan dasar keselamatan kapal bagi awak kapal nelayan/ kapal tradisional) selama 3 hari dengan materi pembelajaran teknik pertahanan diri, pemadam kebakaran, dasar-dasar P3K, tanggung jawab sosial dan keselamatan diri serta evaluasi.

Selanjutnya, SKK 60 Mil ( Surat Keterangan Kecakapan) 30/60 mil selama 3 hari yang terdiri dari SKK 60 Mil untuk “Deck Departement” dan SKK 60 Mil untuk “Engine Departement” dengan materi pembelajaran nal ( peraturan perkapalan dan pelayaran, peraturan tentang perikanan, kecakapan pelaut, kenavigasian, pengamatan dan P3K).

“Kegiatan DPM ini akan dimulai hari ini dan telah diawali mulai pada hari Minggu (15/9) dengan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) terhadap seluruh peserta diklat,” ungkap Junaidi. (edy).

Total Views: 196

Pos terkait