Meskipun sudah berulang kali dibubarkan, namun aksi pemuda yang melakukan perang sarung itu terus kembali terjadi di hari berikutnya.
Dimana, pihaknya kembali mendapat laporan di daerah Taman Baloi bahwa sekelompok remaja baru berencana melakukan perang sarung.
Namun meskipun begitu pihaknya terus melakukan patroli, hal ini dilakukan apabila aksi tersebut terjadi lagi, maka langsung dibubarkan.
Lebih lanjut, Budi menyebut pihaknya akan menggencarkan patroli tersebut, menyusul banyaknya pemuda yang belum jera untuk melakukan perang sarung.
“Jika mendapatkan informasi terkait hal itu, kita langsung mendatangi tempat tetsebur dan mendatangi sejumlah tempat yang kita anggap rawan aksi perang sarung,” jelas Budi.
Terakhir, Budi mengimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi perang sarung.
“Kita juga menghimbau masyarakat bahwa bila ditemukan ada sekelompok anak sedang kumpul-kumpul dan berencana melakukan perang sarung kiranya dapat menginformasikan kepada kita Polsek Lubuk Baja sehingga dapat secepatnya kita atasi,” ucap Budi. (YRA)





