Dikatakan Tito, kunci keberhasilan pemulihan ekonomi di Provinsi Kepri dan juga kabupaten kota, bisa dilihat dari berbagai program pembangunan yang berhasil dilakukan dan telah dieksekusi.
“Ini akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat luas dan juga pihak luar negeri dalam hal ini Singapura dan Malaysia untuk tidak ragu-ragu berkunjung dan bahkan berinvestasi kembali,” jelasnya.
Mantan Kapolri ini juga mengapresiasi pendapatan belanja APBD Provinsi Kepri, yang dinilainya berhasil dalam mengelola pendapatan dan juga pembelanjaan secara proporsional dan baik. Dimana pendapatan ada di kisaran 98%, dan terbelanjakan di kisaran 93,18%.
“Ini menandakan ada geliat berbagai program pembangunan yang berjalan secara baik,” imbuhnya.
Tak lupa, Tito juga menegaskan kepada pemerintah baik provinsi ataupun kabupaten kota untuk terus mempercepat belanja daerah di awal tahun. Agar ada pergerakan aktifitas ekonomi di masyarakat.
Hal ini sesuai dengan penekanan Presiden RI Joko Widodo, yang terus mengingatkan semua biak di Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota, untuk melakukan belanja program kegiatan di awal tahun.
“Jika perlu pemda membuat target per 3 bulan, seberapa besar belanja tercapai sesuai target dan berhasil dieksekusi,” tegasnya.






