Pasar Mutiara Tanjungbatu Sepi Pembeli, Ini Penyebabnya

Karimun, JurnalTerkini.id – Para pedagang di lantai dua Pasar Mutiara Tanjungbatu, Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengeluhkan sepinya pembeli akhir-akhir ini.

Salah satu penyebab terjadinya sepi pengunjung adalah karena banyaknya pembeli yang enggan naik ke lantai dua pasar yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, lantaran adanya kehadiran pedagang yang berjualan di luar gedung pasar, sehingga pembeli lebih memilih berbelanja di luar area pasar.

Bacaan Lainnya

Dimana lapak yang disediakan oleh Pemda untuk pedagang di Kundur ini telah diresmikan pada bulan Februari 2020 lalu.

Dengan banyanya yang berjualan di luar area pasar, hal ini akhirnya berimbas bagi pedagang yang berada di dalam pasar yang notabenenya merupakan pedagang yang taat aturan untuk berjualan di pasar yang telah disediakan pemerintah tersebut.

Kondisi ini membuat pedagang dan Organisasi Masyarakat Gagak Hitam Sambang Karimun menyayangkan sepinya Pasar Mutiara, Tanjung Batu.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Ormas Gagak Hitam Karimun yang berdomisili di Tanjungbatu Kundur, Johandra Fahmi. Ia menyayangkan adanya sejumlah pedagang yang berjualan di bawah pasar, padahal pemerintah sudah menyediakan tempat atau kios untuk berjualan di dalam Pasar Mutiara, Tanjungbatu, Kundur.

“Pedagang yang berjualan di bawah itu sewa lahan kosong orang. Jadi, seperti bikin pasar lagi, padahal pemerintah sudah sediakan pasar Mutiara,” kata Fahmi, Selasa (2/11/2021).

Mengenai kondisi itu, Fahmi mengaku sudah melaporkan perihal tersebut kepada pihak pengelola dan pihak kantor Camat Kundur, untuk segera membahas tentang permasalahan tersebut.

Lalu, Fahmi juga menyayangkan pemerintah yang tidak memfungsikan Pasar Mutiara sebagaimana pada pasar umum.

Padahal pembangunan pasar kebanggaan masyarakat di Tanjungbatu itu, menelan anggaran miliaran rupiah .

Terlebih, kata dia, kondisi pasar juga tidak terlalu diperhatikan oleh pengelola, salah satunya adalah kondisi toilet pasar dan kebersihan pasar.

“WC-nya tidak bisa dipakai lagi, karena tersumbat dan kita berharaplah pengelola segera memperbaikinya. Sudah lama kita sampaikan kepada pengelola, tapi sudah bertahun-tahun belum juga diperbaiki sampai sekarang masih macet,” kata Fahmi. (YRA)

Baca juga: Polisi Larutkan Satu Kilogram Sabu Kedalam Air Panas

Total Views: 100

Pos terkait