Karimun (Jurnal) – Untuk mendongkrak dan memperbaiki perekonomian masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun akan segera mengekspor hasil panen petani nanas dan pisang di Kabupaten Karimun.
Sebelum mengekspor hasil panen tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun Muhammad Affan menemui Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun Drh. Priyadi untuk membahas tekhnis seperti apa aturan untuk mengekspor nanas dan pisang ke negara Singapura.
“Kepala Dinas Pertanian bapak Muhammad Affan hari Senin (24/9) menemui kami dalam rangka mewujudkan ekspor perdana nanas dan pisang ke Singapura yang telah ditargetkan sejak lama. Jadi pertemuan ini juga membahas seperti apa teknis yang harus dilakukan,” ujar Priyadi.
Dalam pembahasan yang disampaikan, Priyadi menjelaskan seperti apa teknis yang harus dilakuka oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Karimun.
“Jadi kita juga menjelaskan teknis yang harus dilakukan, yaitu Karantina nantinya akan menerbitakan Phytosanytari Certificate (PC), tapi sebelum keluar PC itu petugas akan melakukan pemeriksaan dan memastikan tidak ada Organisme Penggaggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Jadi kalau benar-benar layak, maka kita akan mengeluarkan PC itu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun Muhammad Affan mengatakan, eksport nanas dan pisang ini merupakan program Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor yang dibahas dalam Forum Grup Discussion (FGD) pada November 2017 yang lalu.
“Dinas Pertanian Karimun meminta dukungan dan informasi baik secara administratif maupun teknis menyangkut ekspor nanas dan pisang ini,” kata Affan.
Data dari Dinas Pertanian Karimun, jumlah hasil panen buah nanas mencapai 224 ton perbulannya dari luas lahan sebesar 118 hektar.
“Melimpahnya nanas dan pisang di Pulau Kundur dapat mendongkrak perekonomian Karimun. Rencananya, 20.000 Kg nanas dan 500 Kg pisang akan mengawali ekspor perdana kita. Sedikit, tetapi semoga berkelanjutan,” ujarnya lagi.
Affan berharap agar proses akselerasi ekspor pisang dan nanas dapat menjadi potensi-potensi sumber pendapatan sehingga dapat menambah devisa negara.





