Bupati mengungkapkan pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat harus di kecamatan yang tergolong rentan ketahanan pangannya.
Di Kabupaten Karimun sendi terdapat tujuh kecamatan yang tergolong ketahanan pangannya rentan berdasarkan hasil survey.

Namun, dari tujuh kecamatan tersebut hanya Kecamatan Tebing yang terakomodir berdasarkan kemampuan kesediaan DAK dan waktu yang tersedia.
“Yang sudah dibayarkan pada tahap pertama adalah 20 persen untuk modal kerja yang dikerjakan secara padat karya dan pembangunan ini ditargetkan rampung pada Desember 2021 mendatang,” ungkap Bupati.
“Kemudian, pada tahun 2022 nantinya akan dialokasikan dana senilai Rp. 100 juta dari DAK sebagai modal untuk mengisi Lumbung Pangan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Harjosari Ganar Septyadi mengaku bersyukur atas dibangunnya LPM tersebut.
Menurutnya, adanya LPM tersebut akan mendongrak produksi pertanian para petani. Terlebih, mayoritas warganya memang merupakan petani.
“Pastinya sangat bermanfaat sekali karena kegiatan pertanian oleh kelompok-kelompok tani di Kelurahan Harjosari memang sangat aktif, tidak hanya menjaga kestabilan pangan tetapi juga akan membantu pemasarannya. Namun, patut diketahui bahwa para petani di kecamatan lainnya juga bisa turut andil dalam Lumbung Pangan Masyarakat ini,” ucap Ganar.
Turut hadir dalam pengecoran perdana LPM di Kelurahan Harjosari, diantaranya Anggota DPRD Karimun Sulfanow Putra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun Sukrianto Jaya Putra, Camat Tebing Abdul Gaffar dan Ketua Gapoktan Cahaya Sejahtera. (yra)
Baca juga: Kapolres Karimun Kembali Salurkan Bantuan ke Masyarakat Membutuhkan






