Selain itu beliau mengatakan, konsumsi Konsumsi Pemerintah juga ikut mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Sampai Semester I 2021, realisasi APBD Sumatera Utara sebesar 53,48% tertinggi ketiga realisasi secara nasional. Dan saat ini juga, inflasi di Provinsi Sumatera Utara tercatat 2,24% masih pada sasaran target inflasi 3% ± 1% dengan berbagai program pengendalian inflasi untuk memastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan dengan memperkuat produksi, pengendalian rantai pasok, dan penguatan kelembagaan (Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendapat kategori TPID terbaik untuk wilayah Sumatera dalam pengelolaan inflasi daerah)
Kemudia beliau menyampaikan tentang program bantuan tunai untuk Pedagang Kaki LIma (PKL) diantaranya Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan disalurkan pemerintah, akan sangat membantu para PKL yang ada di Sumatera Utara yang jumlahnya kurang lebih 2,3 juta PKL. Dengan bantuan tersebut PKL akan dapat tetap berusaha di tengah krisis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan Program Kartu Pekerja. Pandemik Covid-19 telah berdampak pada meningkatnya penggangguran.
Untuk Sumatera Utara Pencari Kerja berjumlah 22.352 Orang. Dengan Program Kartu Pekerja, diharapkan dapat memberikan modal kerja dan keterampilan, sehingga mampu untuk berwirausaha dan menciptakan berbagai kegiatan produktif yang inovatif dan kreatif.
Sebelum menyapaikan bimbingan dan arahannya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan bantuan berupa obat-obatan dan vitamin dari Kemenkes kepada Pemerintah Provsu yang diterima langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.







