Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun Aunur Rafiq menutup secara resmi Pelatihan Batik yang digelar oleh PT Timah (Persero) Tbk yang dilaksanakan di gedung eks Kawilasi Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Karimun.
Para peserta pelatihan batik langsung menunjukkan ilmu yang telah mereka dapat selama empat hari pelatihan kepada Bupati Karimun, baik itu pembentukan pola, pencantingan, pewarnaan, perebusan, serta pencucian.
“Saya berharap para pengrajin nantinya terus diberikan ilmu agar bersemangat untuk mengembangkan batik di Karimun,” ujar Rafiq.
Untuk di Kabupaten Karimun sendiri telah memiliki delapan motif batik. Delapan motif batik itu pembuatannya masih diluar daerah karena untuk di Karimun belum ada pengrajinnya.
Peminat Batik di Karimun ini juga cukup banyak, dan Rafiq berharap agar nantinya batik Karimun akan lebih menunjukkan kualitasnya, afar dapat lebih menarik perhatian pembeli.
Rafiq meminta kepada para pengrajin untuk serius dalam mempelajari tata cara membatik dan terus mengasah kemampuan, agar dapat berkembang.
Menurutnya dalam proses pembelajaran, pengrajin harus memiliki niat dan kemauan, sehingga tidak berhenti di tengah jalan.
“Jadi harus memiliki niat, walaupun mengikuti semua tahap tetapi tidak punya niat, tentu tidak akan jadi. Maka yang terpenting adalah niat,” katanya.
Kepala Metalurgi PT Timah Wilayah Operasi Kepri Riau, Wiyono mengatakan, pihaknya akan bersungguh-sungguh membantu Pemkab Karimun untuk mengembangkan batik di Karimun.
“Kita serius, pada pelatihan lanjutan para pengrajin akan kita ajarkan lagi beberapa teknik batik. Dan setelah itu, para pengrajin yang telah mahir,” ujar Wiyono.
Pihak PT Timah juga nantinya akan memberikan pelatihan yang kedua bagi para pengrajin batik di Karimun.
“Mungkin habis lebaran nanti kita akan memberikan pelatihan lagi, kita bawa ke beberapa daerah pembuat batik untuk belajar disana,” kata Wiyono.





