Meranti (Jurnal) – Ansisipasi kebakaran hutan lahan (Kerhutla) susulan, Pemerintahan Kecamatan Rangsang membentuk tim patroli sebanyak 4 tim yaitu tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta 3 Tim gabungan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Honorer yang berada di Kecamatan Rangsang, Jumat (26/01).
4 Tim ini juga saling berkoordinasi dengan Polsek, Babinsa dan pihak SRL serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada di setiap desa. Hal ini dibenarkan Tunjiarto M.Pd Camat Rangsang saat dihubungi wartawan Jurnalterkini.id pada beberapa waktu lalu.
“Sejauh ini kebakaran Karhutla di Kecamatan Rangsang sudah terjadi di 2 desa, Alhamdulillah dapat ditangani oleh Pemerintah Kecamatan Rangsang bersama 4 tim yang sudah kami bentuk, mereka bergerak cepat, sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak melebar kemana-mana,” ungkap Camat Rangsang yang akrab disapa Tunji.
Camat Rangsang yang baru bertugas ini juga mengimbau kepada Kepala Desa dan seluruh lapisan masyarakat segera membentuk dan melakukan patroli di tiap desa melalui perangkat desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa.
Serta meminta pihak desa membuat sosialisasi sesering mungkin tanpa mengenal bosan sepanjang musim panas ini. Karena tiap bulan 1 memasuki bulan 2 adalah bulan rawan kebakaran di Kecamatan Rangsang.
“Saya mengimbau Kepala Desa untuk membentuk Tim Patroli yang terdiri dari Perangkat Desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat karena kita memasuki bulan yang rawan kebakaran,” tambahnya lagi.
Tunjiarto juga berharap agar tidak ada kebakaran lagi setelah 2 kejadian sebelumnya, dan masyarakat dapat berpartisipasi penting dalam hal itu.
“Semoga tahun ini kebakaran dapat diminimalisir, dan tidak ada lagi setelah 2 kejadian minggu ini. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.” tuturnya.
Selain membentuk 4 tim khusus tersebut Camat Rangsang ini juga turun langsung dalam mengusai si jago merah sementara tim patroli harian amanahkan kepada Sekretaris Camat Rayan Pribadi. SH. (Khairul Zaman)





