Harga Ikan di Pasar Maimun Melonjak Naik

Karimun (Jurnal) – Mahalnya harga ikan di Pasar Tradisional Puan Maimun dikarenakan langkanya pasokan ikan para pedagang, kelangkaan pasokan ikan tersebut dikarenakan cuaca ekstrim dan tingginya arus gelombang, Kamis (04/01).

Seorang nelayan bernama Madi mengatakan, tingginya gelombang dan buruknya cuaca menyebabkan para nelayan enggan untuk melaut, karena dinilai bisa membahayakan nyawa mereka.

“Sejak sebelum tahun baru ini saya dan para nelayan lainnya sudah tidak melaut, kita juga rugi karena hasil tangkapan berkurang dan bahkan tidak mencukupi biaya operasional untuk melaut, ditambah lagi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi, jadi kami lebih mementingkan nyawa kami,” ungkapnya.

Akibat tidak melautnya para nelayan, Madi mengaku bahwa ia hanya sanggup menjual ikan kepada pengepul hanya 1 kwintal saja, beda dari hari biasanya pada saat cuaca normal.

“Biasanya kita jual kepada penampung 2 sampai 3 kwintal ikan dan sekarang kita hanya bisa jual 1 kwintal saja,” ujarnya lagi.

Di lain kesempatan salah seorang pedagang ikan yang berjualan di pasar Puan Maimun Adi mengatakan, harga ikan memang mengalami kenaikan, pasalnya pasokan Ikan dari penampung berkurang.

“Untuk ikan harganya naik, karena keadaan di laut cuacanya sedang buruk sehingga pasokan yang masuk sedikit,” kata Adi.

Untuk harga ikan beragam, seperti ikan garut awalnya Rp 85 ribu naik menjadi Rp 95 ribu perkilo, ikan tongkol merah Rp 20 ribu naik menjadi Rp 25 ribu, tongkol putih Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu dan ikan jenis senangin Rp 75 ribu naik menjadi Rp 90 ribu perkilo.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan ESDM Kabupaten Karimun Muhammad Yosli juga membenarkan bahwa harga ikan memang mengalami kenaikan karena disebabkan keadaan cuaca saat ini sedang buruk.

“Untuk saat ini palingan kebanyakan ikan-ikan es dibanding ikan segar, untuk harga memang mengalami kenaikan karena cuaca yang kurang baik saat ini,” kata Yosli.

Total Views: 180

Pos terkait