Karimun, JurnalTerkini.id – Calon penumpang di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), sementara waktu tidak bisa melakukan tes GeNose C19.
Pasalnya, stok kantong plastik alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas tersebut dilaporkan habis, Rabu (19/5/2021) pagi.
Hasil tes GeNose C19 diketahui menjadi salah satu syarat wajib bagi calon penumpang untuk melakukan perjalanan antar pulau di Kepulauan Riau
Hal tersebut seiring dengan keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur Kepri nomor 469/SET-STC/V/2021 tentang perubahan atas SE Gubernur nomor 453/SET-STC/IV/2021 tentang ketentuan PPDN di wilayah Kepr
“Sejak pagi tadi, calon penumpang telah memadati pelabuhan dan sudah 184 orang yang sudah mendapat hasilnya, sehingga saat ini kantong plastik nafas untuk tes GeNose nya sudah habis,” ujar Koordinator GeNose C19 Kabupaten Karimun Frangki, Rabu (19/5/2021).
Dengan habisnya stok kantong plastik nafas yang memang dalam jumlah terbatas itu, calon penumpang yang akan melakukan keberangkatan, diarahkan untuk melampirkan hasil tes Rapid Antigen atau PCR dan Surat Kesehatan.
“Surat kesehatan boleh. Namun, penumpang tetap melakukan tes GeNose setibanya di daerah tujuan baik itu di Batam atau di Tanjungpinang,” katanya.
Ia mengatakan, kantong plastik nafas GeNose yang tersedia di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun sebanyak 500 unit perharinya.
“500 kantong plastik nafas perhari untuk Karimun, hari ini akan dikirim lagi dari Tanjungpinang sekitar pukul 13:00 WIB dan di perkirakan sampai pada pukul 15:30 WIB,” kata Franki.
Sementara itu, Ade Noviandi salah seorang penumpang tujuan Kota Batam mengaku bingung dengan kondisi tersebut.
“Bingung bang, udah sampai disini ternyata tidak bisa tes GeNose, sekarang harus ke Puskesmas buat surat kesehatan lalu di Batam katanya baru bisa tes GeNose, sama aja kita bayar dua kali,” ucapnya.
“Saya harap, alat tes GeNose dan juga kantong plastik nafasnya di Karimun ini dapat ditambah lah, karena penumpang sangat banyak,” tambah Ade. (yra)





