Pamekasan, JurnalTerkini.id – Upaya menonjolkan khas Bumi Gerbang Salam, ternyata tidak sia sia, pasalnya kota kecil yang dipimoin oleh Bupati muda milenial ini mendapat banyak sorotan dari pejabat pejabat luar daerah maupun kementrian. Kali ini Batik Pamekasan yang jadi perhatian khusus oleh Kementrrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Senin (3/5/2021) malam.
Dalam waktu dekat, Kemenparekraf RI berencana akan mengundang Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, H. Baddrut Tamam dalam acara pameran nasional di Jakarta.
Tidak hanya sekedar undangan, Dalam kegiatan tersebut, Kemenparekraf H. Sandiaga Salahuddin Uno juga akan jadikan Bupati Pamekasan yang akrab disapa Mas Tamam ini sebagai peragawan batik tulis Pamekasan.
Selain batik tulisnya yang memiliki kualitas jempolan, sosok Bupati muda ini juga dinilai cocok sebagai model peraga busana untuk menguatkan image batik khasnya dengan gaya dan penampilannya yang akan membuat orang terpaku.
“Kalau kita ada pagelaran, undang pak bupati sebagai pemeraganya, karena beliau itu sangat luwes. Jadi, kita coba tes di pagelaran dengan selebriti-selebriti papan atas,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif RI, Sandiaga Uno di webinar Pamekasan Hebat sembari memerintahkan kepada bawahannya.
Sandiaga mengaku, terpesona dengan batik yang dijadikan sebagai brandnya Pamekasan ini.
Batik tulis Pamekasan memiliki kualitas yang sangat baik, tidak kalah saing dengan batik-batik luar daerah, ada banyak Batik brand Pamekasan yang mendunia.
Namun, batik tulis yang bagus tersebut, tentu tidak semurah yang dibayangkan, hasil kreatifitas tangan warga Pamekasan ini juga memiliki harga yang bernilai tinggi.
“Saya pernah beli batik Pamekasan, batiknya menurut saya kualitasnya sudah sangat berstandart Internasional,” ujarnya dalam acara webinar itu.
Menurutnya, selain bertampang cakep dan energik, Bupati Baddrut juga cocok menjadi model, termasuk dalam memeragakan busana batik tulis khas Bumi Gerbang Salam tersebut di catwalk yang akanndigelar dalam waktu dekat ini.
Diakhir kekagumanya, Pamekasan sebenarnya memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sebab, beberapa desa sudah mampu menggali potensinya masing-masing sesuai yang diharapkan bupati milenial tersebut.
Beberapa desa sudah mulai mengembangkan potensi desa tematiknya, seperti wisata Eduwisata Garam di Desa Bunder Kecamatan Pademawu sebagai implementasi konkrit, Desa Sarung, desa batik, kampung lele, kampung durian, dan Agrowisata Madurasa Green Valley di Desa Gagah Kec. Kadur, yang sudah melakukan panen raya beberapa waktu lalu, semua itu merupakan program prioritas desa tematik Bupati milenial tahun ini. (Fiki)






