Pemkab Karimun Tutup Sementara Dua Sekolah, Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Plt Kepala Dinas Pendidikan Karimun Fajar Harison Abidin.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Karimun Fajar Harison Abidin. (foto: yra)

Karimun, JurnalTerkini.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, Kepulauan Riau menutup dua sekolah untuk sementara waktu.

Adapun dua sekolah yang ditutup sementara waktu itu, ialah SMP Negeri 2 Kundur dan satu Sekolah Dasar di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru.

Bacaan Lainnya

“Penutupan dua sekolah sementara waktu ini kita lakukan setelah munculnya dua kasus positif COVID-19 di lingkungan sekolah tersebut,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Karimun Fajar Harison Abidin, Selasa (27/4/2021) saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Karimun.

Fajar mengatakan, dua kasus yang menyebabkan dua sekolah tersebut terpaksa ditutup merupakan langkah antisipasi oleh pihaknya.

Lebih lanjut, ia memastikan kedua kasus itu muncul bukan karena klaster sekolah, melainkan klaster perjalanan dari luar Karimun.

Ditambah, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait munculnya klaster sekolah.

“Bisa kita pastikan dua kasus ini bukan klaster sekolah, melainkan klaster perjalanan dari luar karimun,” ujar Fajar.

Fajar menjelaskan, munculnya kasus positif Covid-19 di Kundur menimpa seorang wali siswa. Namun, tidak sampai menimpa anaknya.

Meski terjadi di luar sekolah namun pihaknya tidak mau ambil resiko dan akhirnya mengambil kebijakan menutup sementara SMP Negeri 2 Kundur.

Begitu juga, kata Fajar, yang terjadi di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru.

Dimana, penutupan yang dilakukan itu, dipicu positifnya seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan sekolah tersebut.

“Rumahnya di sebelah sekolah, kita tidak mau ambil resiko, jadi sementara sekolahnya kita tutup dulu,” kata Fajar.

Saat ini, diketahui proses belajar-mengajar tatap muka di sekolah masih berjalan baik dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.

Terakhir, Fajar mengimbau kepada orang tua agar tetap senantiasa memperhatikan anak-anak di rumah untuk selalu menerapkan standar protokol kesehatan sehingga terhindar dari Covid-19.

“Orang tua kita imbau untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan putra-putrinya sebelum berangkat sekolah. Dan Apabila ada gejala demam,batuk, pilek, sebaiknya tidak usah bersekolah,” ucap Fajar. (yra)

Pos terkait