Karimun, (Jurnal) – Sejumlah kapal feri penumpang membatalkan keberangkatan dan berputar arah ke Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun disebabkan tingginya gelombang mencapai empat meter dan kuatnya arus gelombang di perairan Selat Durian dan Takong Hiu, Rabu (29/11) sore.
Safri, nakhoda Kapal Oceanna tujuan Batam mengatakan bahwasanya ia berinisiatif kembali berputar arah ke Pelabuhan Domestik Karimun karena pada saat ia melintas di perairan Selat Durian ombak di perairan tersebut cukup tinggi 3 hingga 4 Meter, mengingat keselamatan penumpang yang ia bawa lebih penting dan lebih berharga.
“Saya putuskan berputar balik arah tadi. Kalau kami seorang pelaut ya, oke aja mau ombak seperti apapun namanya pelaut. Tapi mengingat lagi keselamatan penumpang yang saya bawa lebih penting, lagi pula ombak cukup tinggi di perairan Selat Durian, dengan ketinggian 3 sampai 4 meter,” ujar Safri saat dikonfirmasi di ponton keberangkatan Pelabuhan Domestik Karimun.
Di waktu bersamaan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun Capt. Renta Siahaan mengatakan bahwa pihaknya juga telah memperingatkan kepada pemilik kapal, apabila cuaca dianggap tidak aman maka harus menunda keberangkatan.
“Ya sesuai dengan apa yang telah diinstruksikan kantor pusat, bahwa kami harus memperingati pemilik perusahaan dan nakhoda apabila cuaca di laut tidak memungkinkan dan dianggap tidak aman, maka harus menunda keberangkatan demi keselamatan penumpang,” ujar Capt Renta Siahaan.
Renta juga menjelaskan bahwa telah terjadi Siklus Cempaka yang ada di laut Jawa dan Samudra Hindia jadi untuk wilayah perairan Kepri terkena pengaruhnya saja.
“Saat ini telah terjadi siklus cempaka yang ada di laut Jawa dan Samudra Hindia jadi untuk di perairan kita ini hanya terkena imbasnya saja,” ujarnya.
Untuk para penumpang yang dibatalkan keberangkatannya pihak agen perusahaan pelayaran mengembalikan tiketnya dan ada juga yang menunda keberangkatan di lain waktu.
Berdasarkan pantauan, beberapa kapal yang batal berangkat antara lain, MV Mikonata tujuan Batam, MV Dumai Express dari Buton, MV Oceana dan kapal yang berbalik arah MV Tuah II tujuan Kukup, Johor Malaysia serta MV Marina juga tujuan Johor Malaysia.
Jurnalis: Putri Permata Sari
Baca Juga:
Kanwil BC Khusus Kepri Dipraperadilankan





