Karimun (Jurnal) – Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Agustus 2017 sebagai Bulan Bakti Gotong Royong sebagai salah satu upaya meningkatkan kebersihan lingkungan.
Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong dilakukan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq bersamaan dengan apel Hari Pramuka di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Senin.
Bulan Bakti Gotong Royong melibatkan seluruh pegawai pemerintahan, baik di lingkungan Pemkab Karimun maupun instansi vertikal, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat.
“Aksi gotong royong ini dilaksanakan selama satu bulan penuh di lingkungan masing-masing,” kata Aunur Rafiq dalam acara yang juga diisi dengan syukuran atau diraihnya Piala Adipura untuk kedua kalinya.
Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong, kata bupati, bertujuan untuk membangun kesadaran dan secara tidak langsung bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Budaya hidup bersih merupakan salah satu cara untuk membiasakan hidup sehat. Karena bagaimanapun juga perilaku hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah daerah akan menyosialisasikan perda tentang kebersihan kepada sekolah-sekolah, instansi, perumahan, pemukiman penduduk, dan seluruh masyarakat.
Makna dari gotong royong adalah kebersamaan dan merupakan budaya turun temurun yang harus dijaga, termasuk dalam menjaga kebersihan.
“Gotong royong merupakan intisari dari pedoman Pancasila yang telah ada jauh sebelum bangsa ini lahir. Dan kekuatan masyarakat adalah gotong royong sebagai modal utama dalam kehidupan sosial,” katanya.
Usai pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong, Bupati bersama Wakil Bupati Anwar Hasyim, Sekda dan para pejabat serta anggota pramuka langsung menuju Teluk Uma untuk mengadakan gotong royong membersihkan lingkungan setempat. (rdi)





