“Benahi Meranti” Firdaus Siap Mencalonkan Diri

Siapa yang tak kenal dengan sosok Firdaus Muctar Djamil, Ketua Meranti Centre Jakarta yang ikut meramaikan bursa pencalonan Bupati ke-2 Kepulauan Meranti, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa di pedesaan pun mengenal pada sosok yang disebut  sebagai tokoh reformasi perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.

Meski sudah lama sekitar 35 tahun berdomisili di Jakarta, anak pribumi yang lahir pada 9 April tahun 1965 ini terkenal sigap, gagah pemberani dalam melakukan lobi-lobi di pemprov maupun pusat. Namanya semakin populer di masyarakat Meranti dalam memperjuangkan daerah yang disebut kota sagu ini.

Keinginan Firdaus untuk mencalonkan diri di Pikada yang kedua kabupaten termuda ini, didasari banyaknya tuntutan dari kalangan masyarakat, supaya dirinya membenahi kabupaten termuda di Provinsi Riau ini. Dan dinilai hanya dia yang bisa memajukan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang selama ini dinilai tidak ada perubahan semenjak dari kabupaten induk.

Banyak orang bertanya apa motivasi misi maju dalam pertarungan Pemilukada Meranti  ini. Melalui telepon selularnya kepada jurnalterkini.id, ia (Firdaus-red) menjelaskan tidak ada misi yang muluk-muluk selain tokoh-tokoh dan elemen masyarakat.

“Aktivis dan juga adik-adik kita mahasiswa yang meminta untuk saya maju dan membenahi daerah kelahiran saya tercinta ini (meranti_red),saya tegaskan saya siap ikut Pilkada nanti karena saya sedih sepulangnya baru-baru ini ke meranti dengan APBD yang begitu besar sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan,” ungkap Firdaus

Dikatakan Firdaus Pria asal kelahiran Desa Centai ini,dirinya mengangap pemerintahan sekarang dinilai gagal untuk membangun Meranti dan membangkitkan perekonomian masyarakat Meranti sehingga kemiskinan di Meranti dinilai bertambah, karena pemerintah fokus akan proyek-proyek yang besar dan hasilnya gagal, seperti megaproyek Jembatan selat Rengit, Pelabuhan Dorak yang menelan begitu banyak uang.

“Makanya, saya ingin membenahi apa yang selama ini saya nilai Meranti tidak ada perubahan dengan APBD yang besar. Saya sedih melihat kondisi Meranti saat ini, selama dimekarkannya kabupaten ini, masyarakat dan saudara-saudara kita seperti tidak ada peningkatan taraf ekonominya. Saya siap maju untuk membenahi daerah kelahiran saya, Meranti tercinta, saya tidak mau Meranti dipegang oleh tangan- tangan yang korup, mau jadi apa kampung halaman saya, saya tidak rela Meranti nantinya dipimpin orang-orang yang korup, Meranti akan hancur,” tegas Firdaus.

Firdaus yang terkenal suka berbaur dengan siapapun itu mengatakn seandainya ia lolos dalam pencalonan diri sebagai kandidat untuk Pilkada Meranti yang ke-2 di kabupaten ini dan seandainya ia terpilih menjadi pemangku kebijakan di daerah meranti yang terkenal dengan tanah gambut, dirinya(Firdaus) menegaskan sejengkalpun tanah di Meranti ini tidak  akan diberi dan dijual lagi dengan kaum kapitalis, mengingat Kepulauan Meranti tidaklah sama dengan pulau Sumatera yang begitu luas.

“Saya tidak akan memberi sedikitpun tanah Meranti ini dengan kaum kapitalis yang jelas-jelas akan merugikan masyarakat, dengan lahan yang begitu besar kita bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kita dengan cara buka sebesar-besarnya lahan perkebunan, suruh dan fasilitasi petani kita untuk berkebun, dengan itu perekonomian masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,”.

Firdaus mengatakan, Meranti terdiri dari 4 pulau, yang kondisi transportasi antarpulau dan juga jalannya sangat memprihatinkan, dan itu juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Dari itu, Firdaus mencanangkan seandainya menjadi pemangku kebijakan Kepulauan Meranti ini, dirinya akan fokus pada insfrastruktur seperti jalan, dan alat penyeberangan bersubsidi supaya mempermudah masyarakat untuk berpergian atau menjual hasil taninya ke Kota Selatpanjang. Dan dari 4 pulau tersebut dirinya(Firdaus) akan memanfaatkan APBD Meranti disalurkan Rp150 miliar untuk satu pulau, dengan itu tidak ada lagi, desa-desa di Meranti ini jalannya seperti sekarang ini.

Melihat Kondisi Meranti saat ini, terakhir Firdaus Mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh-tokoh Meranti, aktivis, juga mahasiswa bersatu.

“Dengan bersatu kita manfaatkan APBD yang besar, ini untuk membangun Meranti ini, kita butuh kebersamaan untuk Meranti, kalau kita semua bekerja dengan hati, InsyaAllah, Meranti 5 tahun mendatang jalannya bisa menyamakan Siak,” ucapnya. (isk)

Total Views: 232

Pos terkait