Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan dalam waktu dekat ini Pemkab Karimun akan melaksanakan rapat koordinasi untuk mengawasi terjadinya kelangkaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan puasa tahun ini, Jumat (6/5/2016).
Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan dalam waktu dekat ini Pemkab Karimun akan melaksanakan rapat koordinasi untuk mengawasi terjadinya kelangkaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan puasa tahun ini, Jumat (6/5/2016).
“Tujuan dari rapat tersebut, untuk melihat sembako mana yang tinggi harganya atau mahal serta sulit didapati dan apabila ada kelangkaan terhadap komiditi tersebut tentunya akan dapat menimbulkan dampak inflasi atau kenaikan harga secara terus menerus,” kata Rafiq kepada Jurnal Terkini.
Ketika dipertanyakan tentang sudah ada beberapa sembako yang naik menjelang Bulan Ramadhan, Rafiq katakan akan tetap memegang kepada aturan yang berlaku dan jika memang ada jalan akan dilaksanakan operasi pasar di bulan puasa ini.
Pantauan jurnal saat turun ke pasar Puan Maimun yang berada di Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun kemarin harga sembako yang sudah naik yaitu beras, gula pasir dan minyak goreng curah.
Saat ini beras kualitas biasa dari Rp10.500 menjadi Rp12.000/kg, gula pasir dari harga Rp13.000 menjadi Rp15.000/kg dan minyak goreng curah dari Rp10.000 menjadi Rp12.500 per kilogramnya.
Sejumlah pedagang di pasar ketika diminta tanggapannya mengharapkan tidak ada kenaikan harga sembako menjelang selama bulan puasa ini, karena menurut mereka, apabila harga sembako sudah naik akan sulit untuk turun kembali seperti harga biasanya, sehingga akan menimbulkan dampak besar terhadap pembeli.
Kadiskop, UKM dan Perindag Kabupaten Karimun, M. Hasbi menyebutkan pihaknya akan selalu melakukan pengawasan atau pengontrolan harga sembako
“Kepada distributor agar dapat bekerjasama untuk memasok sembako di saat puasa dan lebaran. Selain itu transportasi roro yang sangat penting, supaya tidak ada kendala nantinya,” ungkap Hasbi. (edy)





