Batam (Jurnal) – Sebanyak 20 calon haji Provinsi Kepulauan Riau belum menerima visa dari Pemerintah Arab Saudi sehingga terancam gagal berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci sesuai dengan jadwal.
“Ada 20 calon haji yang belum menerima visa, dan hingga saat ini masih diurus,” kata Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam Widarto di Batam, Kepri, Minggu.
Perwakilan Kemenag Kepri sedang berada di Jakarta untuk mengurus visa 20 calon haji yang seluruhnya tergabung dalam kelompok terbang pertama Embarkasi Batam.
Padahal, 20 orang calon haji itu dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Batam pada Minggu (23/8) dan Senin (24/8), untuk kemudian diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (25/8).
PPIH berharap seluruh visa bisa keluar pada waktunya, agar jamaah calon haji bisa berangkat sesuai jadwal.
“Insya Allah, mudah-mudahan bisa jadi hari ini. Karena berdasarkan informasi, Kedutaan Arab Saudi hari ini mengeluarkan 9.000 visa. Kami harap, di antaranya ada 20 calon haji Kepri,” kata dia.
Namun, bila visa belum juga keluar, maka kemungkinan keberangkatan calon haji itu akan diundur bersama Kloter berikutnya, seperti yang terjadi dengan jamaah haji Jakarta dan Solo.
Widarto mengatakan keterlambatan penerbitan visa itu karena kerusakan pada mesin milik Kedutaan Arab Saudi di Jakarta, bukan kesalahan Kemenag.
Awalnya, kata dia bercerita, ada 70 visa jamaah calon haji Kepri yang belum keluar. Namun, kemudian setelah diurus, maka 50 visa terbit, dan tinggal 20 lagi yang masih terkendala di Kedutaan Arab Saudi.
“Dan berdasarkan informasi, setelah hari ini, tidak ada lagi visa yang tertinggal,” kata dia.
Sementara itu, calon jamaah haji asal Kabupaten Anambas dan Natuna yang tergabung dalam Kloter Pertama Embarkasi Batam telah tiba dan menginap di Asrama Haji Batam.
Kemudian dijadwalkan calon haji Kloter Pertama asal Batam, Bintan dan Tanjungpinang akan tiba di Asrama Haji pada Senin (24/8), dan semuanya diterbangkan ke Tanah Suci pada Selasa (25/8).
Sumber: antarakepri.com






