Polres Demak Bekali Pelajar SMAN 2 Mranggen Pemahaman AI dan Literasi Digital

Demak, jurnalterkini.id – Polres Demak melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) membekali pelajar dengan pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak, aman, dan produktif.

Bacaan Lainnya

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan literasi digital tersebut digelar di Laboratorium Komputer SMAN 2 Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Kegiatan diikuti sekitar 100 siswa.

Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Demak AKP Mardiati mengatakan, perkembangan teknologi AI yang semakin pesat perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman dan literasi digital, khususnya di kalangan pelajar.

“Teknologi AI saat ini berkembang sangat pesat. Karena itu, kami ingin membekali para siswa agar dapat memanfaatkan teknologi secara positif, bijak, dan bertanggung jawab,” kata Mardiati saat membuka kegiatan.

Menurut dia, pemahaman tentang AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi tersebut. Para pelajar juga perlu memahami potensi risiko yang menyertainya, termasuk penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial.

“Harapannya, para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara menggunakannya dengan tepat serta dapat menyaring informasi yang diterima sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, tim trainer AI Polres Demak memberikan sejumlah materi, antara lain pengenalan dasar AI, etika penggunaan AI, pemanfaatan AI untuk membantu mengenali hoaks, serta teknik dasar menyusun prompt agar instruksi yang diberikan kepada aplikasi berbasis AI dapat lebih efektif.

Selain pemaparan materi, para siswa mengikuti simulasi penggunaan fitur AI, cerita interaktif, dan post-test pada setiap modul.

Antusiasme peserta terlihat terutama saat sesi praktik dan tanya jawab. Para siswa diberi kesempatan mencoba secara langsung sejumlah fitur AI sekaligus memahami penerapannya dalam aktivitas sehari-hari dan kegiatan belajar.

Mardiati mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu membentuk pelajar yang lebih kritis dalam menerima informasi sekaligus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.

“Kami berharap para pelajar dapat menggunakan AI untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar, sekaligus tetap mengedepankan etika, keamanan, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi,” kata dia.(Munthojhar_Ershi/PH)

Pos terkait