Camat Margadana Berperan Sebagai Waud, Bawa Margarin Teater Tampil Memukau di Parade Teater Tegal

Margarin Teater Tampilkan 'Warung Mendreng' dalam Parade Teater, Minggu (28/06/206). (Foto: Supriyadi)

TEGAL, Jurnalterkini.id – Margadana Rindu  (Margarin) Teater tampil memukau pada Parade Teater ‘Ngapak Bukan Sebuah Perundungan’ yang diikuti empat kontestan dari perwakilan tiap Kecamatan di Kota Tegal, Minggu (28/06/2026).

Dalam pentas teater yang digelar di Taman Budaya Kota Tegal, Margarin Teater menampilkan tema ‘Warung Mendreng’ yakni salah satu ikon Kota Tegal yang ada di Kecamatan Margadana.

Sebuah keistimewaan tersendiri untuk Margarin Teater. Dalam menyuguhkan pertunjukan teater ‘Warung Mendreng’ yang di sutradarai oleh Olis, Ary Budi Wibowo selaku Camat Margadana, Ia tidak hanya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat namun dapat berperan dalam pertunjukan teater.

Dalam teater ‘Warung Mendreng’ Ary Budi Wibowo berperan sebagai Waud, seorang pemalas beristri dua, yang kesehariannya hanya mempunyai kesibukan mancing dan meramal togel. Waud juga dipaksa salah satu istrinya untuk menjadi dukun palsu yang pasiennya dari pedagang Warteg (Warung Tegal)

Camat Margadana, Ary Budi Wibowo, selaku  pemaran Waud dalam teater ‘Warteg Mendreng’ saat ditemui awak media usai pentas, dirinya merasa bangga melihat antusias masyarakat yang hadir di gedung taman budaya untuk melihat langsung parade teater yang murni menggunakan bahasa tegalan.

“Saya berpesan sebagai warga Tegal tentunya kita harus bangga dengan bahasa tegalan, dimanapun kita berada dan apapun yang terjadi kita menggunakan bahasa keseharian kita,” ujar Ary selaku pemeran Waud.

Melihat potensi masyarakat yang berperan dalam teater tersebut, Ary Budi Wibowo berharap Parade Teater tidak hanya diselenggarakan sekali ini saja

“Ini kesempatan mencari potensi masyarakat yang mempunyai kemampuan dalam bidang teater,” terang Ary.

Sementar itu, Ketua Panitia Parade Teater, Tutuko Ahmad mengapreasi apa yang sudah ditampilkan oleh teman-teman dari Margarin Teater, dengan pelatihan cuma dalam hitungan hari namun bisa memberikan yang terbaik.

” Penampilan dari Margarin Teater,  sangat seru dan keren sekali  terutama untuk Camat Margadana, Ary Budi Wibowo, bisa langsung ikut menjadi pemeran sebagai Waud. Dengan penampilan kurang dari sebulan tapi bisa menampilkan yang terbaik dan pentasnya sangat pecah,” terang Tutuko.

Lebih lanjut, Tutuko Ahmad menjelaskan, bahwa parade teater ini diselenggarakan melalui dana hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Dana hibah tersebut untuk rangkaian acara diantaranya workhhop Perempuan ‘Dadi Wadon Kudu Kuat’, workshop teater disetiap Kecamatan, parade teater, dan yang terakhir peluncuran buku mengenai rangkaian ngapak bukan sebuah perundungan,” pungkasnya. (Pry)

Total Views: 14

Pos terkait