Iskandarsyah juga mengakui tantangan geografis Karimun sebagai daerah kepulauan yang membutuhkan biaya pembangunan besar, di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
“Tentunya kami sebagai bupati meneruskan apa yang telah dilakukan oleh bupati-bupati sebelumnya, insyaallah kami akan melanjutkan dan mempertahankan yang baik dan yang kurang akan kami perbaiki. Saat ini kami belum optimal untuk itu akan kami usahakan yang terbaik.” ungkap Iskandarsyah.
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan pula sejumlah pencapaian krusial di masa jabatan Bupati Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole. Pemerintah Kabupaten Karimun sejauh ini telah sukses menyelenggarakan BPJS gratis, UHC dan cek kesehatan gratis.
“Harapan kami akhir tahun ini tingkat cek kesehatan gratis mampu ke 46 persen dari 20 persen. Dan untuk tidak mewariskan kemiskinan kepada anak cucu kita, kami akan dorong lapangan pekerjaan.” lanjutnya.
Sementara itu, Staf Khusus Tim Percepatan Pembangunan, Investasi dan Keagamaan Gubernur Kepri sekaligus ketua LPTQ provinsi Kepri Nurdin Basirun, memuji tingginya antusiasme masyarakat Karimun dalam setiap pelaksanaan MTQ. Ia berharap semangat ini menjadi motivasi besar untuk melahirkan qori-qoriah serta hafiz-hafizah berkualitas yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah internasional.
“Kita ingin mengingatkan kembali khususnya di Karimun umumnya di provinsi Kepulauan Riau bahwa setiap pelaksanaan MTQ di Karimun antusias masyarakat sangat tinggi, mudah-mudahan semangat ini tidak punah dan menjadi motivasi pengembangan syariah islam di bumi berazam.” ujar Nurdin Basirun.
Ia berharap melalui MTQ Ini dapat melahirkan genarasi Al-Qur’an yang mampu mewakili provinsi Kepulauan Riau ditingkat internasional mendatang.
“Mudah-mudahan melalui pelaksanaan MTQ ini dapat melahirkan Qori dan Qoriah, hafiz dan hafizah yang bisa mengikuti tingkat lebih tinggi. Kita ingin generasi muda menjadi generasi Al-Qur’an sehingga mampu mewakili Indonesia di tingkat internasional.” harapnya.(edy)




