Simulasi Gempa dan Penanaman Pohon Warnai HKB 2026 di SMPN 2 Karangtengah Demak.

Demak, jurnalterkini.id — Pemerintah Kabupaten Demak menggelar simulasi evakuasi mandiri dan penanaman pohon dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di SMP Negeri 2 Karangtengah, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya siaga bencana di lingkungan satuan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, pihak sekolah, serta relawan kebencanaan. Hadir di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak Haris Wahyudi Ridwan, Kepala Pelaksana BPBD Demak Agus Sukiyono, Camat Karangtengah Maftukah, para kepala sekolah jenjang dasar dan menengah se-Kecamatan Karangtengah, serta relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Demak.

Haris Wahyudi Ridwan mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peta jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) 2025–2029 yang telah diluncurkan oleh kementerian dan lembaga terkait. Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam membangun kesiapsiagaan bencana sejak dini.

“Program ini bertujuan memberikan perlindungan dan keselamatan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari risiko bencana. Karena itu, kesiapsiagaan dan mitigasi harus terus ditingkatkan, baik saat tanggap darurat maupun pascabencana,” ujar Haris.

Menurut dia, SMP Negeri 2 Karangtengah akan dijadikan sebagai model penerapan sekolah tangguh bencana di Kabupaten Demak. Konsep tersebut selanjutnya akan didorong untuk diterapkan di sekolah lain, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Demak Agus Sukiyono menilai pelatihan ini penting sebagai bekal dasar bagi warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat. Dalam simulasi yang digelar, peserta mendapatkan pelatihan penanganan bencana gempa bumi.

“Mulai dari proses evakuasi menuju titik kumpul aman hingga langkah-langkah yang harus dilakukan setelah bencana, semua disimulasikan agar siswa dan tenaga pendidik lebih siap,” kata Agus.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk karakter tanggap bencana di kalangan siswa maupun tenaga pendidik.

Kepala SMP Negeri 2 Karangtengah, Masnan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program kesiapsiagaan bencana tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar.

Masnan menjelaskan, kegiatan HKB yang diperingati setiap 26 April sengaja dilaksanakan lebih awal menyesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Selain simulasi, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon secara simbolis di lingkungan sekolah oleh para pejabat dan tamu undangan. Penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan serta meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian alam.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana semakin meningkat, terutama di lingkungan pendidikan sebagai garda terdepan dalam edukasi kebencanaan.

Total Views: 191

Pos terkait