Bupati Eisti’anah Buka Musrenbang RKPD 2027, Demak Fokus Perkuat Sektor Unggulan dan Hadapi Tantangan Pesisir

Demak, jurnalterkini.id — Bupati Demak, Eisti’anah, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Demak Tahun 2027 di Pendopo Satya Bhakti Praja, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Dinas Komunikasi dan Informatika Demak.

Bacaan Lainnya

Forum tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Muhammad Badruddin, Ketua DPRD Zayinul Fatta, Sekretaris Daerah Akhmad Sugiharto, serta perwakilan pemerintah provinsi. Hadir pula tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, organisasi profesi, hingga kelompok masyarakat sipil.

Dalam sambutannya, Eisti’anah menegaskan Musrenbang merupakan tahapan strategis dalam penyusunan arah pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan.

“Musrenbang menjadi sarana untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Tema pembangunan Kabupaten Demak pada 2027 ditetapkan sebagai “Menguatkan Sektor Unggulan Daerah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.” Tema ini diselaraskan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah yang menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Eisti’anah menyoroti potensi wisata religi sebagai salah satu kekuatan utama daerah, terutama Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga. Ia menyebutkan, pada libur Natal dan Tahun Baru 2026, Demak menjadi destinasi wisata nomor dua di Jawa Tengah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perencanaan yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta selaras dengan kebijakan nasional seperti program prioritas pemerintah pusat.

“Kami masih membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh peserta untuk memberikan masukan dan ide kreatif sebagai solusi pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Demak, Masbahatun Niamah, menjelaskan Musrenbang bertujuan menyempurnakan dokumen perencanaan melalui penyerapan aspirasi publik dan sinkronisasi program.

Ia memaparkan sejumlah capaian dan tantangan daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 mencapai 75,08, meningkat dibanding tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata Jawa Tengah, meski masih di bawah rata-rata nasional.

Dari sisi tata kelola, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, seperti Indeks Reformasi Birokrasi 89,66, nilai SAKIP kategori BB, serta Indeks Kepuasan Masyarakat 89,11 dengan kategori sangat baik.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan mencapai 6,99 persen pada 2025, didorong oleh sektor pertanian, industri, dan konstruksi. Produksi padi juga meningkat signifikan hingga 634.373 ton, memperkuat posisi Demak sebagai salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah.

Namun, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah. Tingkat kemiskinan tercatat 10,87 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi. Selain itu, PDRB per kapita masih berada di bawah rata-rata wilayah sekitar.

Masalah lingkungan juga menjadi sorotan, terutama abrasi di wilayah pesisir seperti Sayung, Bonang, Wedung, dan Karangtengah, serta penurunan muka tanah yang mencapai lebih dari 5 sentimeter per tahun. Banjir rob dan genangan masih berdampak pada infrastruktur serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sektor infrastruktur, kondisi jalan dengan kategori baik mencapai 82,46 persen, sementara cakupan layanan air minum meningkat hingga 95,18 persen pada 2025, meski masih terkendala keterbatasan sumber air baku.

“Melalui Musrenbang ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” kata Masbahatun.(PH)

Total Views: 136

Pos terkait