Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, saat membuka Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di The Park Mall Semarang, Jumat (27/2)./Dok. Humas Pemprov.
Semarang, jurnalterkini.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memosisikan sektor fashion muslim dan kuliner halal sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Komitmen itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di The Park Mall Semarang, Jumat (27/2).
Menurut Taj Yasin, UMKM terbukti menjadi penyangga ekonomi Jawa Tengah ketika krisis moneter dan pandemi Covid-19 melanda. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah harus terus dilakukan agar mampu naik kelas, memperluas akses pasar, serta menembus perdagangan internasional.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Saat krisis, sektor inilah yang paling bertahan. Maka, tugas pemerintah adalah memastikan mereka tumbuh lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menyebut Jawa Tengah memiliki banyak talenta desainer yang telah tampil di panggung global sejak 2017. Sejumlah institusi pendidikan vokasi pun dinilai berperan dalam mendorong regenerasi pelaku industri kreatif. SMK NU Banat Kudus, misalnya, pernah membawa karya fesyennya ke Eropa dan Rusia.
Fenomena tumbuhnya kampung-kampung desainer yang melayani pesanan ekspor dari rumah produksi skala kecil juga menjadi indikator meningkatnya daya saing produk lokal. Taj Yasin menilai, pola produksi berbasis komunitas itu memperkuat struktur ekonomi rakyat sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk membangun ekosistem industri kreatif yang terintegrasi. Perpaduan tenun dari Klaten, teknik pewarnaan Pekalongan, serta desain dari Grobogan dinilai dapat menghasilkan produk yang memiliki identitas kuat sekaligus bernilai jual tinggi.
Nama Dian Pelangi turut disebut sebagai contoh desainer asal Jawa Tengah yang mampu menembus pasar global dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa berdasarkan data SIDT-UMKM 2025 terdapat 4,45 juta unit UMKM di Jawa Tengah—terbesar ketiga secara nasional. Jumlah UKM binaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkat dari 167.391 unit pada 2020 menjadi 198.780 unit pada 2025.
Kinerja tersebut turut diperkuat capaian transaksi dalam ajang INACRAFT di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026, dengan total nilai penjualan mencapai Rp820.904.550.
D’Modifest 2026 yang digelar hingga 1 Maret 2026 menghadirkan sekitar 50 stan fashion dan kuliner. Festival ini menjadi langkah awal untuk memperkuat positioning ekonomi halal sebagai salah satu motor pertumbuhan baru Jawa Tengah, sekaligus memperluas jejaring promosi produk UMKM di tingkat nasional maupun global.(PH)






