Sebanyak 69 sepeda motor berhasil diamankan Satlantas polres semarang dalam aksi balapan liar di jalan baru proyek strategis nasional Waduk Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Kepolisian Resor Semarang mengamankan puluhan sepeda motor yang terlibat aksi balapan liar di jalan baru proyek strategis nasional Waduk Jragung, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Penindakan dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026 sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani STK, SIK, CPHR, mengatakan sebanyak 69 sepeda motor berhasil diamankan dalam kegiatan yang dipimpinnya tersebut. Penindakan dilakukan setelah polisi menerima sejumlah laporan dari warga, baik secara langsung kepada Kapolres Semarang maupun melalui Call Center 110 Polres Semarang.
“Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk dan bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, kami menindaklanjuti dengan mengamankan 69 kendaraan yang terlibat balapan liar,” kata Lingga, Jumat (6/2/26)
Jalur penghubung Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak itu kerap dimanfaatkan warga untuk berkumpul pada sore hari. Namun, menurut kepolisian, lokasi tersebut juga sering disalahgunakan oleh sejumlah remaja untuk melakukan aksi balapan liar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Saat penindakan berlangsung, sejumlah remaja yang terlibat balapan liar berupaya melarikan diri dengan bersembunyi di semak-semak maupun kebun di sekitar lokasi guna menghindari petugas. Polisi mengerahkan sedikitnya 10 truk untuk mengangkut seluruh kendaraan yang diamankan.
“Seluruh kendaraan yang kami amankan sudah dilakukan penindakan berupa tilang dan saat ini berada di Markas Komando Satlantas Polres Semarang,” ujar Lingga menegaskan.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua di Kabupaten Semarang, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka dan mencegah keterlibatan dalam kegiatan negatif seperti balapan liar. Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
“Balapan liar sangat berisiko, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Kami harap peran orang tua dan lingkungan bisa bersama-sama mencegah hal ini,” kata Lingga.(Jk_Zed./Hengky)






